AKURAT.CO, Di era serba digital, teknologi memegang peran penting dalam mengubah perilaku kebiasaan nasabah asuransi dalam mengakses informasi serba cepat, mudah dan murah.
Mereka tidak mau lagi dipusingkan dengan banyaknya rangkaian proses yang memperumit akses informasi apalagi sampai mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
Direktur Indonesia Re, Adi Pramana mengatakan, saat ini Indonesia Re sudah menyiapkan IT Masterplan 2017-2021 yang meliputi strategi teknologi untuk mendukung pencapaian rencana dan target bisnis yang sudah ditetapkan perusahaan.
"Dengan adanya masterplan itu maka Perusahaan memiliki road map untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang demi mencapai visi menjadi reasuransi nomor 1 di ASEAN pada tahun 2020," ujar Adi seperti dikutip dari kantor berita Antara, Senin (11/09).
IT Masterplan tersebut meliputi pengembangan aplikasi Android Indonesia Re Client Portal, sistem host to host (B2B) untuk transaksi online, penggunaan Big Data Analytical Process melalui teknologi Data Management Service (DMS) & Workflow System, dan peningkatan keamanan data ceding melalui penguatan data center dan data recovery center.
"Kami menggelontorkan investasi lebih dari Rp 15 miliar hanya selama 2017. Investasi tersebut difokuskan pada pembelanjaan IT," paparnya.
Menurut Adi, dalam penyusunan masterplan tersebut, perusahaan berusaha untuk menutup celah yang ada antara target bisnis yang sudah ditetapkan dengan kondisi infrastruktur yang sudah ada melalui kehadiran teknologi digital.
Ditemui di kesempatan terpisah, MIS Group Head Indonesia Re Jesa Ariawan, menambahkan Indonesia Re juga kini tengah mengadopsi penggunaan Data Management Service (DMS) dan Workflow System yang memungkinkan digitalisasi segala proses pengelolaan data, terutama terkait New Excellent Service (NES), layanan pelaporan klaim yang memungkinkan ceding menerima pencairan klaim hanya dalam waktu 10 hari sejak persetujuan klaim.
"Bahkan untuk NES, yang tadinya membutuhkan waktu proses hingga 10 hari, nantinya diperkirakan bisa dipangkas menjadi hanya 1-2 hari saja," kata Jesa.
Penggunaan Big Data Analytical Process, lanjut Jesa, akan memainkan peran penting di sektor bisnis seperti reasuransi dan asuransi karena bersifat jangka panjang.
Teknologi ini akan sangat memudahkan perusahaan reasuransi dan asuransi dalam memantau profil risiko nasabah atau aset secara otomatis dan bahkan dari jarak jauh. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK




