Akurat Logo

Sido Muncul: Relokasi Pabrik Anak Usaha Masih Dirancang

Hajah Soraya | 21 Agustus 2019, 20:34 WIB
Sido Muncul: Relokasi Pabrik Anak Usaha Masih Dirancang

AKURAT.CO PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) tengah fokus menyiapkan relokasi pabrik anak perusahaannya, PT Berlico Mulia Farma dari Sleman, DI Yogyakarta ke kawasan industri di Klaten, Jawa Tengah.

Presiden Direktur SIDO Irwan Hidayat mengatakan, untuk merelokasi pabrik tersebut, pihaknya harus merencanakannya secara matang. Sebab, memindahkan pabrik farmasi tidak mudah dan membutuhkan waktu. 

"Dulu memang (pabrik Berlico) itu dibangun 30 tahun lalu di daerah perumahan. Kita siapkan lahan baru di Klaten itu memang daerah industri," ucapnya dalam paparan publik di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Makanya, kata Irwan, yang saat ini sedang dilakukan oleh perseroan adalah merancang masterplan terkait pemanfaatan pabrik nantinya untuk jenis produk apa saja.

"Misalnya untuk solid, untuk likuid, untuk cairan, atau untuk antibiotik," imbuhnya.

Dalam rancangan masterplan tersebut, kata Irwan, nantinya pabrik akan dibangun secara bertahap. Terlebih lagi, izin mendirikan pabrik pun menelan waktu yang cukup lama sekitar 3-5 tahun.

"Begitu dipindah, mesinnya memproduksi pabrik mesin baru, kita harus lakukan uji R&D ulang. Dan sekarang belum dijual (pabrik lamanya di Sleman, Yogyakarta). Sekarang lagi fokus desain masterplan untuk (pabrik) Berlico (yang baru)," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan SIDO Leonard menyampaikan, langkah relokasi ini lantaran kapasitas produksi pabrik Berlico di Sleman, DI Yogyakarta sudah hampir mencapai 90 persen. Sedangkan permintaan pasar untuk produk-produk farmasi terus bertumbuh.

"Kapasitas produksinya sudah hampir 90 persen dan kita mau growth. Jadi ya mesti kita punya (pabrik) yang lebih luas, " pungkasnya. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.