Sekolah Rakyat Tahap III di Kepri Ditargetkan Rampung Juni 2027

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III di Kepulauan Riau yang mencakup Tanjungpinang, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Natuna.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, kesiapan lahan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai target.
Karena itu, Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan berbagai persyaratan pembangunan dapat dipenuhi sejak awal.
“Sekolah Rakyat yang tahap ketiga ini semua kita targetkan selesai di Juni 2027. Karena kan Juli itu anak-anak harus masuk. Sama, setiap tahun, kita target selesai di Juni 2027,” kata Dody, Senin (31/8/2026).
Baca Juga: Antisipasi Gagal Panen, Kementerian PU Distribusikan 25.000 Liter Air ke Sawah Sumbawa
Selain kesiapan lahan, pembangunan juga membutuhkan dukungan infrastruktur dasar seperti akses menuju lokasi, air bersih, sanitasi, serta utilitas lainnya. Kesiapan berbagai aspek tersebut akan membantu mempercepat proses pembangunan ketika memasuki tahap konstruksi.
Program Sekolah Rakyat merupakan program Pemerintah yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Kementerian PU berperan dalam mendukung program tersebut melalui pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang layak, berkualitas, dan mendukung proses pembelajaran secara terpadu.
Sekolah Rakyat di Kepulauan Riau dirancang sebagai lingkungan pendidikan terpadu yang tidak hanya menyediakan ruang kelas, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung pendidikan dan kehidupan siswa.
Konsep tersebut mencakup fasilitas pembelajaran, asrama, sarana olahraga, ruang kegiatan siswa, fasilitas kesehatan, serta sarana pendukung lainnya.
Sekolah Rakyat Tahap III di Kepulauan Riau disiapkan di tiga daerah, yakni Kota Tanjungpinang, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Natuna.
Di Kota Tanjungpinang, calon lokasi Sekolah Rakyat berada di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota dengan luas lahan sekitar 12 hektare milik Pemerintah Kota Tanjungpinang. Dari luasan tersebut, sekitar 7 hektare merupakan area yang telah clear dan sekitar 5 hektare disiapkan sebagai lahan pengembangan.
Sekolah Rakyat Tanjungpinang dirancang untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas 36 rombongan belajar atau sekitar 1.260 siswa. Luas dasar bangunan direncanakan sekitar 1,9 hektare dengan total luas bangunan sekitar 2,7 hektare.
Untuk mendukung kebutuhan air bersih, pada tahap awal akan digunakan sumber air dari sumur bor dengan persetujuan penggunaan air tanah dari Kementerian ESDM. Sementara untuk kebutuhan jangka panjang, sumber air direncanakan berasal dari Embung Sei Timun.
Baca Juga: Kementerian PU Kebut Pembangunan Underpass Bitung, Target Rampung Februari 2027
Selanjutnya, calon Sekolah Rakyat di Kabupaten Kepulauan Anambas berlokasi di Desa Langir, Kecamatan Palmatak dengan lahan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas seluas 6,9 hektare.
Rencana pembangunan di lokasi tersebut memiliki luas dasar bangunan sekitar 1,8 hektare dengan total luas bangunan sekitar 2,6 hektare.
Sementara di Kabupaten Natuna, calon Sekolah Rakyat berada di Kota Ranai, Kecamatan Bunguran Timur dengan lahan milik Pemerintah Kabupaten Natuna sekitar 10,53 hektare.
Saat ini lahan yang telah clear mencapai sekitar 8,6 hektare, dengan luas dasar bangunan sekitar 1,68 hektare dan total luas bangunan sekitar 2,69 hektare.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









