Giliran Brebes Dapat Tambahan Kuota BSPS 763 Unit

AKURAT.CO Pemerintah menambah secara signifikan bantuan renovasi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Pada 2026, kuota Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di daerah tersebut meningkat menjadi 783 unit, melonjak dari hanya 20 unit pada tahun sebelumnya.
Peningkatan kuota itu menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) sekaligus mengurangi backlog perumahan di Brebes yang tercatat mencapai 109.559 unit.
Baca Juga: Bogor Dapat Jatah Bedah Rumah 6.396 Unit, Ara Buka Opsi Penambahan Kuota
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyampaikan, selain meningkatkan kuota BSPS, Kementerian PKP juga menyetujui usulan penambahan kuota rumah subsidi di Provinsi Jawa Tengah dari 25.000 unit menjadi 50.000 unit.
Penambahan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak sekaligus mempercepat pencapaian Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Maruarar mengatakan Kabupaten Brebes menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian pemerintah karena masih memiliki angka kemiskinan dan jumlah rumah tidak layak huni yang relatif tinggi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Karena itu, menurutnya, seluruh program bantuan perumahan harus disalurkan secara tepat sasaran dengan mengacu pada data resmi pemerintah.
"Kepentingan kami membantu rakyat dengan data desil 1–4 yang dilakukan secara transparan dan tolong siapkan dari tempat Ibu untuk aktif dalam pelaksanaannya," kata Maruarar saat menerima Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Jumat Malam (24/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Menteri PKP juga mendorong implementasi Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan sebagai alternatif pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pelaku usaha mikro dan nasabah PNM Mekaar.
Skema tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat membangun rumah baru maupun meningkatkan kualitas hunian yang telah dimiliki.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan mengintegrasikan Program Gentengisasi ke dalam pelaksanaan BSPS di Brebes. Program tersebut bertujuan mengganti atap rumah yang sudah tidak layak, seperti seng berkarat, dengan genteng produksi dalam negeri sehingga rumah menjadi lebih sehat, aman, dan nyaman untuk dihuni.
Selain meningkatkan kualitas hunian masyarakat, penggunaan genteng lokal juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri bahan bangunan di daerah.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyambut baik tambahan dukungan pemerintah pusat tersebut. Ia memastikan pemerintah daerah akan mempercepat pelaksanaan program agar bantuan dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan.
"Terima kasih atas dukungan Bapak Menteri PKP untuk audiensi ini dan kami akan melakukan evaluasi terkait pelaksanaannya dengan cepat dan transparan," ujar Paramitha.
Pertemuan itu turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel, Direktur Pengembangan Kawasan dan Permukiman Anggoro Putro, Sesditjen Kawasan Permukiman Musrifah, serta Staf Khusus Bidang Internal dan Penjadwalan Novelin Silalahi.
Melalui peningkatan kuota BSPS, penambahan rumah subsidi, serta perluasan akses pembiayaan perumahan, pemerintah berharap penanganan backlog dan rumah tidak layak huni di Kabupaten Brebes dapat dipercepat, sehingga semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah memiliki hunian yang layak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah









