Kemenhub Kebut Pemulihan Infrastruktur Transportasi Pascabencana di Sumatra

AKURAT.CO Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk mempercepat penanganan infrastruktur transportasi pascabencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Seluruh langkah yang kami lakukan berorientasi pada pemulihan konektivitas, keselamatan transportasi, serta dukungan terhadap distribusi logistik dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak,” kata Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI dikutip, Rabu (28/1/2026).
Dudy menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, seluruh jajaran pemerintah diminta untuk mengerahkan sumber daya secara maksimal dalam penanganan bencana di wilayah Sumatra.
Dalam konteks ini, Kemenhub berada dalam kategori bidang infrastruktur dengan mandat melaksanakan perbaikan, peningkatan, serta pembangunan kembali prasarana dan sarana transportasi.
Baca Juga: Sinergi Keselamatan Penerbangan, Kemenhub–BMKG–BNPP Sepakati Pemanfaatan Lahan
“Seluruh langkah yang kami ambil mengacu pada Rencana Induk dan Rencana Aksi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang terintegrasi lintas kementerian dan lembaga,” ujarnya.
Dudy juga menyebutkan, bencana di Provinsi Aceh berdampak pada sejumlah infrastruktur transportasi yang meliputi 3 Terminal Tipe A, 3 Terminal Tipe B, 2 Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB), serta jalur rel kereta api lintas Muara Satu-Kuta Blang sepanjang 30 kilometer dengan 65 titik lokasi terdampak.
Selain itu, kerusakan juga terjadi pada perlengkapan keselamatan jalan seperti marka, rambu, Alat Penerangan Jalan (APJ), chevron, lampu peringatan (warning light), dan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL).
“Kondisi ini tentu memengaruhi kelancaran arus barang dan orang di wilayah Aceh. Karena itu, penanganan darurat di daerah ini kami prioritaskan pada pemulihan fungsi konektivitas dasar,” ungkap Dudy.
Di wilayah Sumatra Utara, bencana berdampak pada 1 Terminal Tipe A serta jalur rel kereta api lintas Medan-Binjai dan Binjai-Besitang dengan total 99 kilometer lintasan dan 88 titik lokasi terdampak.
Kerusakan juga terjadi pada marka, rambu, Alat Penerangan Jalan (APJ), guardrail, dan lampu peringatan (warning light), yang berpotensi menurunkan tingkat keselamatan lalu lintas apabila tidak segera ditangani.
Sementara di Sumatra Barat, bencana berdampak pada 1 Terminal Tipe A serta jalur rel kereta api lintas Padang-Lubuk Alung-Kayu Tanam sepanjang 52 kilometer dengan 8 titik lokasi terdampak.
Kerusakan juga terjadi pada marka, rambu, Alat Penerangan Jalan (APJ), guardrail, dan fasilitas pendukung transportasi lainnya.
Pada kesempatan ini, Dudy juga menerangkan bahwa dalam masa tanggap darurat Kemenhub telah melakukan berbagai langkah, antara lain survei perlengkapan jalan, pengoperasian kembali angkutan perintis, serta perbaikan fasilitas layanan penumpang.
Dukungan lainnya meliputi distribusi logistik melalui transportasi laut, udara, dan kereta api, termasuk Penetapan Tarif Nol Rupiah untuk Tol Laut dan Diskon Jasa Kepelabuhanan bagi kapal pengangkut bantuan kemanusiaan.
“Kami juga mengerahkan taruna transportasi sebanyak 146 orang di Aceh, 143 taruna di Sumatra Utara, dan 177 taruna di Sumatra Barat untuk pembersihan material di fasilitas umum serta pemberian bantuan bahan pokok dan obat-obatan kepada masyarakat terdampak,” tutur Dudy.
Kemudian untuk mendukung penanganan di titik rawan bencana, Menhub Dudy menuturkan bahwa Kemenhub telah mengerahkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di sejumlah simpul transportasi, baik di sektor darat, laut, udara, dan perkeretaapian yang tersebar di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Salah satu dukungan diberikan dalam bentuk penyediaan 12 pesawat terbang dan 7 helikopter yang disiagakan di 7 lokasi bandara guna menjamin respons cepat terhadap kondisi darurat dan distribusi bantuan.
Ke depan, Dudy menjelaskan bahwa Kemenhub akan fokus pada Capaian Rencana Aksi 2026-2028 yang meliputi Tanggap Darurat, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi.
Perkiraan kebutuhan anggaran penanganan pasca bencana transportasi dengan Fokus Tahun 2026 pada Tanggap Darurat adalah sebesar Rp60,58 miliar serta Rehabilitasi dan Rekonstruksi awal sebesar Rp129,32 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







