Akurat

PLN Catat Penurunan Durasi dan Frekuensi Gangguan di 2024, Begini Datanya!

Camelia Rosa | 14 Februari 2025, 23:55 WIB
PLN Catat Penurunan Durasi dan Frekuensi Gangguan di 2024, Begini Datanya!

AKURAT.CO  PT PLN (Persero) berhasil menurunkan rata-rata durasi gangguan kelistrikan hingga 18 menit per pelanggan per tahun, serta mengurangi rata-rata frekuensi gangguan dari 4,27 kali menjadi 3,23 kali per pelanggan per tahun.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa listrik adalah salah satu fondasi perekonomian nasional, sehingga perseroan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan demi memastikan keandalan listrik di seluruh Indonesia.

"Indonesia sebagai negara kepulauan yang luas, memastikan keandalan listrik hingga pelosok negeri adalah tantangan besar. Namun, PLN berhasil mengurangi durasi dan frekuensi gangguan secara signifikan. Pencapaian ini adalah bukti nyata komitmen kami dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Darmawan dalam keterangannya, Jumat (14/2/2025).

Transformasi Digital untuk Layanan Kelistrikan yang Lebih Cepat

PLN terus bertransformasi dengan digitalisasi di semua lini, mulai dari pembangkit, transmisi, distribusi, hingga pelayanan pelanggan. Dengan teknologi ini, gangguan listrik dapat dipetakan lebih akurat dan pelayanan menjadi lebih cepat serta terpantau secara real-time.

"Keberhasilan ini merupakan hasil penerapan berbagai strategi digitalisasi di seluruh sistem ketenagalistrikan. Dengan inisiatif ini, kami dapat menjaga pasokan listrik tetap stabil dan andal bagi masyarakat," tambah Darmawan.

Salah satu inovasi digital yang sukses diterapkan PLN adalah aplikasi PLN Mobile, yang memungkinkan pelanggan melaporkan gangguan secara langsung dan mendapatkan respons cepat dari petugas di lapangan. Aplikasi ini juga terhubung dengan Virtual Command Center (VCC) dan Pelayanan Teknik (Yantek) Mobile, sehingga proses penanganan gangguan menjadi lebih efisien.

"Lima tahun lalu, keterlambatan penanganan gangguan listrik masih sering dikeluhkan pelanggan. Kini, dengan PLN Mobile, pelanggan bisa melaporkan gangguan secara langsung dan tim kami dapat merespons lebih cepat berkat sistem yang sudah terintegrasi," jelasnya.

Baca Juga: Proliga: Livin Mandiri Pertahankan Posisi 3 Besar Usai Taklukkan Electric PLN

Keandalan Listrik Bantu Pelaku Usaha

Keandalan listrik PLN juga dirasakan oleh Tabroni, seorang pelaku usaha peternakan ayam di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten. Ia mengungkapkan bahwa listrik berperan penting dalam kelangsungan usahanya.

"Alhamdulillah, selama 2024 kami jarang mengalami gangguan listrik. Pasokan listrik yang stabil sangat penting untuk menjaga operasional peralatan seperti pompa air, pakan otomatis, blower, heater, dan cooling pad yang berpengaruh pada kualitas produksi telur," ujar Tabroni.

Hal yang sama dirasakan oleh Sardi, pemilik tambak udang vaname di Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Ia mengaku sebelumnya sempat mengalami gagal panen dua kali akibat tegangan listrik yang tidak stabil.

"Dengan listrik andal dari PLN, semua peralatan seperti kincir dan penerangan malam hari dapat beroperasi optimal. Saat ini, layanan PLN semakin baik, begitu ada kendala langsung direspons dengan cepat," katanya.

Baca Juga: Promo PLN 50 Persen Sampai Tanggal Berapa? Berikut Batas Waktu dan Mekanisme Diskon Tarif Listrik 2025

Indeks Kinerja PLN Meningkat

PLN mencatat peningkatan signifikan dalam System Average Interruption Duration Index (SAIDI), yang menunjukkan penurunan durasi gangguan listrik per pelanggan sebesar 5,29%. SAIDI turun dari 338,13 menit per pelanggan pada 2023 menjadi 320,24 menit per pelanggan pada 2024.

Selain itu, PLN juga berhasil menurunkan System Average Interruption Frequency Index (SAIFI), yang mengukur frekuensi gangguan listrik per pelanggan. SAIFI turun 24,32%, dari 4,27 kali per pelanggan pada 2023 menjadi 3,23 kali per pelanggan pada 2024.

"Dengan pencapaian ini, PLN optimistis dapat terus mempertahankan tren positif dalam keandalan listrik, mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup Darmawan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.