Singgung Anggaran IKN, Prabowo: APBN Mampu Rp16 T per Tahun

AKURAT.CO Presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto menyebutkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mampu membiayai proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) sebesar USD1 miliar setara Rp16 triliun per tahun.
Menurut Prabowo, pembangunan tahap pertama IKN akan difokuskan pada infrastruktur dasar dengan pendanaan dari APBN. Ia juga menyoroti pentingnya stimulus investasi asing yang dapat dihasilkan oleh proyek ini.
"APBN cukup mampu mendanai proyek IKN sebesar USD1 miliar per tahun. IKN adalah proyek yang sangat politis, investasi asing masuk kemudian," kata Prabowo dipantau di kanal Youtube Qatar Economic Forum, Kamis (16/5/2024).
Baca Juga: Singgung Anggaran IKN, Luhut: Tidak Ada Masalah
Selain itu, Prabowo juga memaparkan ide pemindahan ibu kota Indonesia, yang sebenarnya telah muncul sejak masa pemerintahan Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Tujuan dari pemindahan ini adalah untuk mengurangi beban Jakarta yang sudah terlalu padat dan menderita dampak peningkatan permukaan air laut.
Dalam konteks ini, Prabowo menjelaskan tentang proyek Giant Sea Wall yang diharapkan dapat menangkis pengikisan daratan oleh air laut.
"Pemindahan ibu kota merupakan salah satu cara untuk membawa pertumbuhan di luar Jawa, dan beberapa tahun ke depan, sebelum Giant Sea Wall selesai dalam 10-15 tahun, ibu kota akan aman dari penggenangan," ujarnya.
Mengenai anggaran untuk IKN, Prabowo memberikan penjelasan bahwa diperlukan waktu 25-30 tahun untuk menyelesaikan proyek tersebut. Dalam konteks ini, ia menegaskan bahwa anggaran yang dibutuhkan dapat diakomodasi dalam APBN. "APBN mampu untuk itu. Jadi kita sangat percaya diri," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










