Besok Puncak Arus Mudik Lebaran 2025, Bandara Soetta Ditaksir Layani 222 Ribu Penumpang

AKURAT.CO Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi memprediksi adanya kenaikan jumlah pemudik yang menggunakan pesawat jelang Perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah/Lebaran 2025.
Besok, Jumat (28/3/2025) diperkirakan bakal menjadi puncak arus mudik Lebaran tahun ini. Tercatat, hingga h-4 sebelum Lebaran, penumpang pesawat naik 10% secara nasional.
Dudy mengungkapkan, kenaikan terjadi pada awal periode mudik lantaran adanya kebijakan work from anywhere (WFA).
Sehingga, kenaikan jumlah penumpang pesawat memang tidak begitu terlihat kepadatannya di Bandara Soekarno Hatta hari ini.
"Ada kenaikan tapi nggak kelihatan," jelas Dudy ketika ditemui di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Kamis (27/3/2025).
Baca Juga: PTPP Kebut Proyek Overlay Runaway Selatan Bandara Soetta, Rampung 83,98 Persen
Penumpang pesawat selama periode Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 6,6 juta penumpang, dimana 3,3 juta di antaranya melalui Bandara Soetta.
Bandara Soetta sendiri diprediksi melayani 222 ribu penumpang pesawat pada puncak arus mudik Jumat (28/3/2025) besok.
Dudy mengakui bahwa hingga saat ini memang tidak terlihat antrean yang mengular seperti biasanya. Pasalnya, puncak mudik prediksi baru akan terjadi besok, Jumat (28/3/2025).
"Besok kan kita memang puncak, tapi kan semuanya yang datang sudah sesuai dengan tiketnya. Jadi kita enggak terlalu khawatir sih. Karena yang ditanya puncak ya besok," jelasnya.
"Sudah, seatnya mereka sudah booking dan segala macam berarti kan pesawat tersedia. Kapasitas bandara juga sudah cukup untuk menampung para pemudik Yang akan datang besok," lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi menyampaikan pihaknya juga telah memindahkan calon jemaah Umroh ke Terminal 2F menggunakan Garuda dan Lion Air juga dapat mengurangi kepadatan.
Faik bilang, untuk jemaah umrah ada peningkatan 8% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Jadi yang sekarang ini walaupun kelihatan sepi dibanding tahun 2024 bahkan dibanding tahun 2019 Itu sudah jauh lebih tinggi," jelas Faik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








