Akurat Logo

Kenapa AI Bisa Menyelesaikan Tugas Lebih Cepat daripada Manusia? Ini Alasannya

Redaksi Akurat | 30 Oktober 2026, 21:26 WIB
Kenapa AI Bisa Menyelesaikan Tugas Lebih Cepat daripada Manusia? Ini Alasannya
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

AKURAT.CO Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi ini mampu membantu berbagai pekerjaan, mulai dari menulis artikel, mengolah data, menerjemahkan bahasa, hingga membuat gambar dan menyusun kode pemrograman.

Salah satu kemampuan AI yang paling menarik perhatian adalah kecepatannya dalam menyelesaikan pekerjaan. Bahkan, sejumlah tugas yang membutuhkan waktu berjam-jam jika dikerjakan manusia dapat diselesaikan AI hanya dalam hitungan detik atau menit.

Kemampuan tersebut tidak terlepas dari teknologi komputasi yang memungkinkan AI memproses informasi dalam jumlah besar, mengenali pola, dan menjalankan berbagai proses secara efisien.

Baca Juga: STEI ITB Gelar Webinar Nasional “Humanizing Artificial Intelligence”, Dorong Teknologi AI yang Berpihak pada Kemanusiaan

Lantas, kenapa AI bisa menyelesaikan tugas lebih cepat daripada manusia? Berikut beberapa alasan yang perlu diketahui.

1. Mampu Memproses Data dalam Jumlah Besar

Salah satu alasan utama AI dapat bekerja lebih cepat daripada manusia adalah kemampuannya memproses data dalam jumlah besar.

Ketika manusia mengerjakan suatu tugas, terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan, seperti membaca informasi, memahami konteks, membandingkan data, dan menentukan kesimpulan.

Sementara itu, AI dapat menjalankan proses komputasi untuk menganalisis kumpulan data dalam waktu relatif singkat. Kemampuan ini sangat membantu ketika seseorang harus mengolah dokumen panjang, mencari pola dalam data, atau merangkum sejumlah informasi.

Sebagai contoh, AI dapat membantu merangkum dokumen yang terdiri dari puluhan halaman menjadi beberapa paragraf. Pekerjaan tersebut bisa membutuhkan waktu lebih lama jika dilakukan secara manual.

Meski demikian, kecepatan pemrosesan AI tetap bergantung pada kapasitas perangkat, model yang digunakan, dan kualitas data yang tersedia.

2. Menggunakan Teknologi Pemrosesan Paralel

AI modern memanfaatkan kemampuan komputasi yang memungkinkan banyak operasi dijalankan secara bersamaan.

Salah satu teknologi yang berperan penting dalam perkembangan AI generatif adalah arsitektur Transformer. Teknologi ini memungkinkan pemrosesan bagian-bagian tertentu dari data secara paralel, khususnya ketika model sedang dilatih.

Kemampuan tersebut membuat proses pengolahan informasi menjadi lebih efisien dibandingkan sejumlah pendekatan komputasi terdahulu yang memproses data secara berurutan.

Dalam praktiknya, teknologi ini membantu AI mempelajari hubungan antarkata, mengenali pola bahasa, dan menghasilkan respons berdasarkan konteks yang diberikan pengguna.

Perkembangan arsitektur Transformer juga menjadi salah satu faktor yang mendorong kemajuan model bahasa berskala besar atau Large Language Model (LLM).

3. Tidak Mengalami Kelelahan Fisik seperti Manusia

Manusia mempunyai keterbatasan biologis ketika melakukan pekerjaan dalam waktu lama. Konsentrasi dan kemampuan berpikir dapat menurun akibat kelelahan, kurang tidur, atau tekanan pekerjaan.

Berbeda dengan manusia, sistem AI tidak mengalami kelelahan fisik dan biologis. Selama infrastruktur, pasokan listrik, serta layanan pendukungnya tersedia, sistem dapat terus menjalankan tugas komputasi.

Hal tersebut membuat AI cocok digunakan untuk membantu pekerjaan yang membutuhkan pengulangan dalam jumlah besar.

Sebagai contoh, AI dapat membantu mengelompokkan ribuan data, memeriksa pola informasi, atau menghasilkan sejumlah variasi teks tanpa harus beristirahat seperti manusia.

Namun, bukan berarti AI dapat bekerja tanpa batas. Sistem ini tetap memiliki keterbatasan kapasitas, risiko gangguan teknis, dan kemungkinan mengalami keterlambatan ketika banyak pengguna mengaksesnya secara bersamaan.

4. Mampu Mengotomatisasi Pekerjaan Berulang

Pekerjaan yang dilakukan secara berulang sering kali membutuhkan banyak waktu dan tenaga jika dikerjakan secara manual.

AI dapat membantu mengotomatisasi sejumlah pekerjaan tersebut sehingga prosesnya menjadi lebih cepat dan efisien.

Beberapa pekerjaan yang dapat dibantu AI antara lain:

  • Merangkum dokumen dan laporan.

  • Mengelompokkan serta mengolah data.

  • Menerjemahkan bahasa.

  • Memeriksa tata bahasa dalam tulisan.

  • Membuat draf laporan dan artikel.

  • Membantu menulis kode pemrograman.

Dengan otomatisasi tersebut, manusia tidak perlu mengerjakan seluruh tahapan secara manual. Waktu yang tersedia dapat digunakan untuk pekerjaan lain yang membutuhkan kreativitas, pemeriksaan, dan pengambilan keputusan.

5. Mampu Mengenali Pola dari Data Pelatihan

AI generatif seperti ChatGPT menggunakan model yang telah dilatih dengan kumpulan data dalam jumlah besar.

Melalui proses pelatihan tersebut, AI mempelajari pola bahasa, hubungan antarkata, serta berbagai bentuk informasi yang terdapat dalam data.

Ketika menerima perintah dari pengguna, AI memanfaatkan pola yang telah dipelajari untuk menghasilkan jawaban yang relevan dengan masukan tersebut.

Misalnya, ketika seseorang meminta AI membuat kerangka artikel tentang kesehatan, sistem dapat menghasilkan susunan judul dan subjudul berdasarkan pola penulisan yang telah dipelajarinya.

Hal ini membuat AI mampu menghasilkan draf awal dengan cepat tanpa harus menyusun setiap bagian dari awal seperti yang biasanya dilakukan manusia.

Meski begitu, AI tidak selalu memahami informasi seperti manusia. Jawaban yang dihasilkan juga dapat mengandung kesalahan sehingga tetap membutuhkan pemeriksaan.

6. Dapat Membantu Berbagai Jenis Pekerjaan

Perkembangan AI membuat teknologi ini tidak hanya digunakan untuk menghasilkan tulisan. AI juga dapat membantu pekerjaan yang berkaitan dengan gambar, suara, video, penerjemahan, hingga pemrograman.

Kemampuan tersebut memungkinkan satu teknologi digunakan untuk mendukung berbagai tahapan pekerjaan.

Sebagai contoh, dalam proses pembuatan artikel, seseorang dapat menggunakan AI untuk menyusun kerangka, mengembangkan draf, memperbaiki tata bahasa, hingga membuat beberapa alternatif judul.

Dengan bantuan tersebut, proses pengerjaan dapat berlangsung lebih singkat karena beberapa tahapan yang sebelumnya dilakukan secara terpisah bisa dibantu oleh satu sistem.

Penelitian Membuktikan AI Dapat Meningkatkan Kecepatan Kerja

Keunggulan AI dalam membantu pekerjaan manusia bukan sekadar anggapan. Sejumlah penelitian telah mengukur pengaruh penggunaan teknologi tersebut terhadap produktivitas.

Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Harvard Business School bersama Boston Consulting Group pada 2023.

Penelitian yang melibatkan 758 konsultan tersebut menemukan bahwa peserta yang menggunakan GPT-4 mampu menyelesaikan 12,2 persen lebih banyak tugas dan bekerja 25,1 persen lebih cepat dibandingkan kelompok yang tidak menggunakan AI pada tugas-tugas yang berada dalam kemampuan teknologi tersebut.

Penelitian lainnya diterbitkan dalam The Quarterly Journal of Economics pada 2025 dengan judul Generative AI at Work.

Studi tersebut mengamati penggunaan asisten AI pada pekerja layanan pelanggan. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan AI meningkatkan jumlah percakapan pelanggan yang berhasil diselesaikan pekerja per jam sebesar 15 persen secara rata-rata.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa AI berpotensi meningkatkan produktivitas dalam berbagai bidang pekerjaan. Namun, hasil penelitian tidak berarti semua jenis pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dengan persentase yang sama.

Apakah AI Selalu Lebih Cepat dan Lebih Baik daripada Manusia?

Meskipun memiliki keunggulan dalam kecepatan pemrosesan, AI tidak selalu menghasilkan pekerjaan yang lebih baik daripada manusia.

Salah satu keterbatasan AI adalah kemungkinan menghasilkan informasi keliru atau tidak akurat. Dalam AI generatif, kondisi ini sering disebut sebagai halusinasi atau hallucination.

Selain itu, AI juga memiliki keterbatasan dalam memahami konteks sosial, pengalaman manusia, dan situasi yang membutuhkan pertimbangan moral.

Pekerjaan yang membutuhkan interaksi langsung, empati, serta keputusan berdasarkan kondisi nyata juga tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan bantuan AI.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Human Behaviour pada 2024 mengenai kombinasi kemampuan manusia dan AI menunjukkan bahwa kolaborasi keduanya tidak selalu menghasilkan kinerja yang lebih baik. Hasilnya bergantung pada karakteristik dan jenis tugas yang dikerjakan.

Artinya, kecepatan AI tetap harus diimbangi dengan kemampuan manusia dalam memeriksa informasi dan menilai kualitas hasil pekerjaan.

Baca Juga: Denny JA Pelopor Seni Rupa Artificial Intelligence di Indonesia

Mengapa Manusia Tetap Dibutuhkan di Era AI?

Walaupun AI mampu menyelesaikan sejumlah pekerjaan dengan cepat, manusia tetap memiliki peran penting dalam proses kerja.

Manusia mempunyai pengalaman hidup, empati, pemahaman sosial, serta kemampuan mempertimbangkan aspek etika ketika mengambil keputusan.

Dalam dunia jurnalistik, misalnya, AI dapat membantu membuat kerangka berita, merangkum dokumen, dan memperbaiki tata bahasa. Namun, jurnalis tetap bertanggung jawab melakukan verifikasi fakta, mengonfirmasi informasi kepada narasumber, serta memastikan berita tidak merugikan pihak tertentu.

Hal serupa juga berlaku dalam bidang pendidikan, kesehatan, bisnis, dan pekerjaan lainnya. AI dapat membantu mempercepat proses, tetapi hasilnya tetap membutuhkan pengawasan manusia.

Dengan demikian, AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas, bukan dianggap sebagai pengganti seluruh kemampuan manusia.

AI bisa menyelesaikan tugas lebih cepat daripada manusia karena didukung kemampuan komputasi, pemrosesan data dalam jumlah besar, teknologi pemrosesan paralel, dan otomatisasi pekerjaan berulang.

Selain itu, AI dapat mengenali pola dari data pelatihan dan membantu mengerjakan berbagai jenis tugas dalam waktu relatif singkat.

Namun, kecepatan tersebut tidak selalu menjamin ketepatan dan kualitas hasil pekerjaan. AI masih memiliki keterbatasan dalam memahami konteks, memeriksa kebenaran informasi, serta mengambil keputusan yang membutuhkan pertimbangan manusia.

Oleh karena itu, penggunaan AI yang paling efektif adalah menggabungkan kecepatan teknologi dengan kemampuan manusia dalam berpikir kritis, memeriksa fakta, dan mengambil keputusan.

Taqiyuddin Abdurrahman Leboe (Magang)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R