Akurat Logo

BINUS University Hadirkan Multihelix Hub untuk Kembangkan Hasil Riset

Winna Wandayani | 23 Oktober 2026, 18:22 WIB
BINUS University Hadirkan Multihelix Hub untuk Kembangkan Hasil Riset
BINUS University Hadirkan Multihelix Hub untuk Kembangkan Hasil Riset (BINUS University)

AKURAT.CO BINUS University meluncurkan Multihelix Hub di BINUS @BSD, Tangerang, sebagai wadah kolaborasi untuk mengembangkan hasil penelitian menjadi solusi yang dapat diterapkan di masyarakat. Inisiatif ini melibatkan akademisi, pemerintah, industri, komunitas, UMKM dan media.

Berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB, BSD, Multihelix Hub dikelola oleh Research and Technology Transfer (RTT) BINUS University. Melalui fasilitas ini, berbagai pihak dapat menyampaikan kebutuhan dan permasalahan untuk dikembangkan bersama peneliti.

Vice Rector for Research and Technology Transfer BINUS University, Juneman Abraham, mengatakan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperluas pemanfaatan hasil riset. Menurutnya, pendekatan yang terbuka dapat mengurangi sekat antara kegiatan penelitian dan kebutuhan di luar kampus.

"Berbeda dari Science & Techno Park (STP) konvensional yang kerap birokratis, Multihelix Hub BINUS@BSD hadir meruntuhkan sekat eksklusivitas riset dan industri untuk mendemokratisasi inovasi," ujar Juneman, dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (23/10/2026).

Multihelix Hub menyediakan fasilitas BINUS DigiHub dan Space to Create untuk mendukung diskusi serta pengembangan inovasi. Sarana yang tersedia mencakup laboratorium dan fasilitas pembuatan serta pengujian purwarupa atau prototipe.

BINUS juga menghadirkan BINUS BRIDGE (BINUS Research-Driven Innovation and Development for Greater Empowerment), platform digital yang menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan mitra. Platform ini membuat pengguna dapat melihat inovasi yang tersedia dan mengajukan kolaborasi.

Kegiatan di Multihelix Hub juga mencakup pengujian inovasi, pendampingan perusahaan rintisan berbasis riset, serta pengenalan hasil penelitian kepada publik. Program Industrial-Solution Matching turut disiapkan untuk mempertemukan kebutuhan mitra dengan keahlian peneliti.

Pada 2026, BINUS melalui RTT menargetkan tujuh hingga delapan dokumen kesepakatan penelitian bersama mitra industri. Kesepakatan tersebut akan mencakup peta jalan penelitian dan rencana pembiayaan untuk mendukung pengembangan solusi.

Technology Transfer Senior Specialist BINUS University, Hendy Risdianto Wijaya, mengatakan pihak yang membutuhkan pengembangan teknologi dapat mengajukan permintaan melalui BINUS BRIDGE atau datang langsung ke Multihelix Hub.

"Kami kemudian menghubungkan kebutuhan tersebut dengan peneliti yang memiliki keahlian relevan, sehingga kolaborasi dapat berkembang menjadi solusi yang siap diuji dan diimplementasikan," kata Hendy.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.