Akurat Logo

Orang Tua Makin Percaya Diri Lindungi Privasi Anak di Dunia Digital

Winna Wandayani | 16 Mei 2026, 07:51 WIB
Orang Tua Makin Percaya Diri Lindungi Privasi Anak di Dunia Digital
Ilustrasi gambar (Kaspersky)

AKURAT.CO Penelitian Kaspersky dan Singapore Institute of Technology (SIT) menunjukkan orang tua di Asia Pasifik dan Mesir semakin percaya diri melindungi privasi anak di internet. Kepercayaan diri itu meningkat seiring bertambahnya usia dan pengalaman mengasuh anak.

Studi tersebut juga menemukan ibu cenderung lebih berhati-hati dalam menjaga keamanan digital anak dibanding ayah. Naluri protektif ibu dinilai turut memengaruhi cara anak menggunakan media sosial.

Fenomena 'sharenting' atau kebiasaan membagikan foto dan aktivitas anak di media sosial menjadi sorotan dalam riset tersebut. Meski dapat membantu orang tua berbagi pengalaman pengasuhan, kebiasaan ini juga berisiko memicu kebocoran data pribadi anak.

Penelitian dilakukan berdasarkan 152 responden dari Hong Kong, Mesir, India, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura dan Vietnam. Studi ditulis oleh Trishia Octaviano dari Kaspersky dan Associate Professor Jiow Hee Jhee dari SIT.

Orang Tua Mulai Lebih Sadar Risiko Digital

Hasil penelitian menunjukkan kepercayaan diri orang tua menjadi faktor utama dalam melindungi privasi anak di media sosial. Sebagian besar responden mengaku memahami cara dasar untuk mengurangi risiko digital.

Sebanyak 85 persen orang tua mengaku mampu menghindari penyebaran data pribadi anak, seperti tanggal lahir, sekolah dan alamat. Jumlah yang sama juga mengaku bisa menghindari unggahan yang berpotensi mempermalukan anak di masa depan.

Sebanyak 84 persen responden membatasi akses unggahan hanya untuk keluarga atau teman dekat. Sementara itu, 83 persen menghindari membagikan detail pribadi yang mudah dikenali.

Baca Juga: Google Andalkan AI untuk Lindungi Anak di Dunia Digital, Ini Cara Kerjanya

Mayoritas responden juga mulai memperhatikan fitur teknis di media sosial. Sekitar 80 persen orang tua menghapus izin berbagi ulang, sedangkan 78 persen menonaktifkan metadata dan geotagging untuk mengurangi risiko pelacakan lokasi.

Ibu Dinilai Lebih Hati-Hati di Media Sosial

Penelitian juga menemukan adanya perbedaan perilaku berdasarkan gender. Ibu dinilai lebih aktif menerapkan praktik keamanan digital dibanding ayah.

"Secara umum, seiring bertambahnya usia orang tua, mereka akan mendapatkan lebih banyak pengalaman dalam mengasuh anak," ujar Trisha Octaviano selaku Manajer Senior Edukasi Keamanan Siber Asia Pasifik Kaspersky, dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (15/5/2026).

Ia menambahkan edukasi keamanan siber dan literasi media tetap diperlukan bagi semua orang tua. Hal itu berlaku tanpa memandang usia maupun jenis kelamin.

Sementara itu, Associate Professor Jiow Hee Jhee menilai kebiasaan membagikan momen keluarga secara online masih sering dilakukan orang tua. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat membuat orang tua tidak menyadari risiko jangka panjang.

"Berbagi momen keluarga secara daring dapat menciptakan koneksi dan dukungan, hal itu juga dapat mengekspos anak-anak pada risiko yang seringkali tidak terlihat," kata Jhee.

Tips Mengurangi Risiko Privasi Anak di Internet

Dalam riset tersebut, Kaspersky juga membagikan sejumlah cara yang dapat dilakukan orang tua untuk meningkatkan keamanan digital keluarga, di antaranya:

- Menghapus akun lama yang sudah tidak digunakan

- Mengatur akun media sosial menjadi privat

- Rutin memeriksa pengaturan privasi media sosial

- Menghindari unggahan yang memuat lokasi anak

- Menghapus metadata dan geotagging dari foto

- Memantau aktivitas online anak secara berkala

Dengan menerapkan cara tersebut, orang tua dapat lebih bijak membagikan informasi anak di media sosial. Cara sederhana seperti mengatur privasi akun dinilai membantu mengurangi risiko penyalahgunaan data anak.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.