Startup Baterai EV Mulai Geser Fokus ke Sistem Militer, Dampak Konflik Global Makin Terasa

AKURAT.CO Arah industri baterai global mulai berubah seiring meningkatnya tensi geopolitik, khususnya di Timur Tengah. Perusahaan yang sebelumnya fokus pada kendaraan listrik kini mulai membidik sektor pertahanan yang dinilai lebih cepat menyerap teknologi.
Salah satu contohnya datang dari Sion Power, startup asal Amerika Serikat yang mengalihkan prioritas pengembangannya. Alih-alih mengejar pasar EV, perusahaan ini kini fokus pada baterai untuk drone dan sistem militer.
Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Dalam konflik modern seperti di Iran dan Ukraina, penggunaan drone meningkat tajam dan menjadi elemen kunci dalam strategi tempur.
CEO Sion Power, Pamela Fletcher, mengungkapkan bahwa kebutuhan teknologi di sektor pertahanan saat ini jauh lebih mendesak. Ia juga menilai implementasi produk di sektor ini bisa berjalan lebih cepat dibandingkan industri otomotif.
"Kami berharap teknologi ini akan digunakan dalam otomotif, tetapi jalur yang lebih cepat dan kebutuhan terbesar saat ini adalah dalam pertahanan," ujarnya, dikutip dari CNBC, Rabu (25/3/2026).
Dari sisi teknologi, Sion Power mengandalkan baterai lithium-metal dengan kepadatan energi tinggi. Teknologi ini dirancang untuk perangkat yang membutuhkan daya besar namun tetap ringan, seperti drone tempur dan sistem otonom.
Keunggulan lithium-metal terletak pada kapasitas energinya yang lebih tinggi dibandingkan lithium-ion konvensional. Hal ini membuatnya lebih efisien untuk aplikasi dengan mobilitas tinggi dan durasi operasional panjang.
Perubahan strategi ini juga dipicu oleh kondisi pasar kendaraan listrik yang belum sepenuhnya stabil. Sejumlah produsen otomotif di Amerika Serikat dilaporkan mulai menahan produksi karena permintaan tidak setinggi ekspektasi.
Situasi tersebut membuat perusahaan baterai mencari ceruk baru agar kapasitas produksinya tetap terserap. Selain sektor militer, peluang juga mulai terbuka di bidang penyimpanan energi dan industri kedirgantaraan.
Fenomena ini menegaskan bahwa inovasi teknologi sangat dipengaruhi oleh dinamika global, bukan sekadar tren pasar. Konflik berskala besar dapat menciptakan kebutuhan baru sekaligus menggeser arah investasi.
Sion Power menargetkan produk baterai untuk sektor pertahanan dapat segera masuk tahap komersialisasi. Produksi massal diproyeksikan berlangsung mulai paruh kedua 2026 hingga 2027.
Meski fokus saat ini bergeser, perusahaan tetap tidak menutup kemungkinan kembali ke pasar kendaraan listrik. Namun dalam jangka pendek, sektor pertahanan dinilai menawarkan peluang yang lebih konkret dan cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah




