Serangan Siber Hantam Aplikasi dan Situs Iran Usai Operasi Militer AS-Israel

AKURAT.CO Serangan siber dilaporkan melanda sejumlah aplikasi dan situs web di Iran pada Minggu (1/3/2026). Insiden ini terjadi bertepatan dengan operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan sejumlah lokasi di negara tersebut.
Para pakar keamanan siber menyebut aktivitas digital ini sebagai bagian dari eskalasi konflik yang kini meluas ke ranah dunia maya. Ketegangan geopolitik yang meningkat tampaknya langsung tercermin dalam bentuk serangan di ruang digital.
Beberapa situs berita Iran dilaporkan diretas dan menampilkan pesan tertentu yang bernada provokatif. Peretasan ini memunculkan dugaan adanya operasi terkoordinasi yang menyasar opini publik.
Salah satu target utama adalah BadeSaba, aplikasi kalender keagamaan yang telah diunduh lebih dari 5 juta kali. Aplikasi tersebut sempat menampilkan pesan yang menyerukan pertanggungjawaban serta ajakan kepada militer untuk meletakkan senjata.
Baca Juga: Risiko Siber Naik, OJK Tekankan Penguatan Kontrol Audit
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola BadeSaba terkait insiden tersebut. Komando Siber Amerika Serikat juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Di saat yang sama, konektivitas internet di Iran dilaporkan mengalami penurunan drastis. Data perusahaan analitik internet menunjukkan lalu lintas digital sempat anjlok dua kali dalam rentang beberapa jam.
Penurunan koneksi pertama terjadi sekitar pukul 07.06 GMT dan kembali melemah pada 11.47 GMT. Kondisi tersebut membuat akses internet di sejumlah wilayah hanya tersisa dalam kapasitas minimal.
Pengamat keamanan menilai pemilihan aplikasi keagamaan sebagai target bukanlah kebetulan. BadeSaba dikenal luas di kalangan masyarakat religius dan pendukung pemerintah, sehingga dampaknya dinilai cukup sensitif.
"Ketika Iran mempertimbangkan pilihannya, kemungkinan meningkat bahwa kelompok proxy dan hacktivis dapat mengambil tindakan, termasuk serangan dunia maya, terhadap target militer, komersial, atau sipil yang berafiliasi dengan Israel dan AS," ujar Rafe Pilling selaku direktur intelijen ancaman dengan perusahaan keamanan siber Sophos, dikutip dari Reuters, Senin (2/3/2026).
Media Israel melaporkan bahwa operasi siber juga menyasar layanan pemerintah dan fasilitas militer Iran. Tujuannya disebut untuk menghambat respons terkoordinasi dari pihak Teheran.
Meski demikian, laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Situasi yang berkembang cepat membuat informasi di lapangan masih terbatas.
Pakar intelijen ancaman memperingatkan potensi aksi balasan dari kelompok pro-Iran. Targetnya bisa mencakup sektor militer, komersial, hingga sipil yang berafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel.
Serangan yang mungkin dilakukan antara lain penyebaran ulang data lama yang diklaim sebagai kebocoran baru. Selain itu, serangan Distributed Denial of Service atau DDoS juga berpotensi digunakan untuk melumpuhkan layanan digital.
Beberapa perusahaan keamanan siber mengaku telah mendeteksi aktivitas pengintaian dari aktor yang berafiliasi dengan Iran. Ada pula indikasi penggunaan malware jenis 'wiper' yang dirancang untuk menghapus data secara permanen.
Iran selama ini kerap disebut sebagai salah satu kekuatan siber utama bersama Rusia dan China. Namun dalam beberapa insiden sebelumnya, respons digital Teheran terhadap serangan militer di wilayahnya relatif terbatas.
Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa konflik modern semakin melibatkan perang siber sebagai instrumen strategis. Ketegangan di Timur Tengah pun berpotensi memperluas risiko serangan digital lintas negara dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit



