ByteDance Dikabarkan Jual Studio Mobile Legends ke Savvy Games, Nilai Transaksi Tembus Rp101 Triliun

AKURAT.CO ByteDance dikabarkan sedang menjajaki penjualan Shanghai Moonton Technology. Studio ini dikenal sebagai pengembang Mobile Legends: Bang Bang yang populer di berbagai negara.
Dikutip dari Reuters, Selasa (17/2/2026), unit game ini berpotensi dilepas ke Savvy Games Group. Nilai transaksinya disebut berada di kisaran US$6-7 miliar atau sekitar Rp101-117 triliun.
Pembicaraan antara kedua pihak disebut sudah memasuki tahap lanjutan. Kesepakatan bahkan berpeluang rampung dalam kuartal ini.
Secara garis besar, struktur transaksi disebut telah disetujui secara awal. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari perusahaan terkait.
Jika terealisasi, penjualan ini menjadi sinyal kuat keluarnya ByteDance dari bisnis game global. Pada 2023, induk TikTok itu memang mengumumkan restrukturisasi divisi game setelah evaluasi internal.
ByteDance mengakuisisi Moonton pada 2021 melalui Nuverse dengan valuasi sekitar US$4 miliar atau sekitar Rp67 triliun. Saat itu perusahaan sedang agresif membangun portofolio game internasional.
Hal tersebut ditujukan untuk menantang raksasa industri seperti Tencent dan NetEase. Ekspansi itu menjadi bagian dari ambisi ByteDance di sektor hiburan digital.
Didirikan pada 2014, Moonton tumbuh menjadi salah satu studio game mobile terbesar di Asia Tenggara. Mobile Legends diklaim telah menembus 1,5 miliar unduhan dan 110 juta pengguna aktif bulanan, dengan lebih dari 2.000 karyawan serta kantor di berbagai negara.
Dampak ke Industri Game Global
Potensi divestasi Moonton mencerminkan tren konsolidasi yang kian menguat di industri game global. Akuisisi besar kini bukan hanya soal menambah IP, tetapi juga memperluas distribusi dan monetisasi lintas wilayah.
Bagi Savvy Games Group, mengakuisisi Moonton akan memperkuat posisi di Asia Tenggara. Kawasan ini dikenal sebagai pasar dengan pertumbuhan gamer mobile paling cepat.
Sementara itu, ByteDance dapat semakin fokus pada bisnis inti seperti media sosial dan AI. Hal ini juga relevan di tengah valuasi perusahaan yang disebut telah melampaui US$330 miliar atau sekitar Rp5.556 triliun melalui program buyback internal.
Jika transaksi ini benar terjadi, peta persaingan game mobile global bisa berubah cukup drastis. Mobile Legends: Bang Bang bukan hanya produk hiburan, tetapi juga ekosistem kompetitif dengan komunitas besar di Asia Tenggara.
Masuknya modal dari Timur Tengah berpotensi mempercepat ekspansi e-sports dan monetisasi regional. Kondisi ini sekaligus menandai pergeseran pusat investasi industri game dari Barat dan China ke kawasan Teluk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta





