Meta Diduga Sembunyikan Temuan Soal Dampak Negatif Media Sosial, Pengadilan AS Ungkap Fakta Baru

AKURAT.CO Meta kembali disorot setelah dokumen pengadilan di Amerika Serikat menuding perusahaan itu menutupi temuan internal tentang dampak negatif Facebook pada kesehatan mental.
Tuduhan ini muncul dalam gugatan yang diajukan sejumlah distrik sekolah terhadap Meta dan platform lain.
Berkas yang tidak disunting itu menyebut Meta menjalankan studi bernama Project Mercury pada 2020 bersama Nielsen. Penelitian tersebut dilakukan untuk melihat dampak jeda penggunaan Facebook selama satu minggu.
Hasil penelitian menunjukkan pengguna yang berhenti sementara mengalami penurunan rasa depresi, kecemasan, kesepian dan perbandingan sosial. Temuan ini kemudian memicu kekhawatiran di internal perusahaan.
Meta memilih menghentikan penelitian itu dan menilai hasilnya terpengaruh oleh pemberitaan negatif. Namun, beberapa staf menegaskan temuan tersebut valid dan memperingatkan bahwa menutupinya dapat menyerupai praktik industri rokok yang menyembunyikan risiko produk.
Berkas gugatan menuding Meta menyangkal kepada Kongres bahwa mereka dapat menilai dampak produknya pada remaja, meski dokumen internal menunjukkan hubungan kausal. Menanggapi hal itu, juru bicara Meta Andy Stone mengatakan penelitian tersebut dihentikan karena dinilai memiliki metode yang lemah.
"Catatan lengkap akan menunjukkan bahwa selama lebih dari satu dekade, kami telah mendengarkan orang tua, meneliti masalah yang paling penting dan membuat perubahan nyata untuk melindungi remaja," katanya, dikutip dari Reuters, Selasa (25/11/2025).
Gugatan dari firma hukum Motley Rice tidak hanya menyoroti Meta, tetapi juga Google, TikTok dan Snapchat. Para penggugat menilai perusahaan-perusahaan itu menyembunyikan risiko platform dari orang tua dan sekolah, sekaligus mendorong penggunaan oleh anak-anak di bawah umur.
Beberapa tuduhan lain terhadap Meta mencakup fitur keamanan remaja yang dianggap tidak efektif dan toleransi tinggi terhadap upaya perdagangan seks sebelum akun dihapus. Perusahaan juga dinilai lebih fokus pada pertumbuhan sehingga remaja makin terekspos konten berbahaya.
Meta membantah seluruh tuduhan tersebut dan menegaskan kebijakan keamanannya sudah berjalan dengan baik. Meta juga menyatakan terus meningkatkan perlindungan bagi pengguna muda.
Dokumen internal yang menjadi dasar tuduhan tersebut belum dipublikasikan dan kini tengah diperdebatkan di pengadilan. Sidang lanjutan terkait kasus ini dijadwalkan berlangsung pada 26 Januari di Pengadilan Distrik California Utara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik








