Terobosan Komputasi Kuantum: Ilmuwan Berhasil Ungkap 'Distilasi Keadaan Ajaib' Setelah 20 Tahun Penantian

AKURAT.CO Para ilmuwan dari perusahaan QuEra berhasil menunjukkan distilasi keadaan ajaib pada qubit logis setelah 20 tahun penantian. Terobosan ini membuka jalan bagi komputer kuantum yang lebih kuat dari superkomputer.
Distilasi keadaan ajaib adalah teknik untuk menghasilkan keadaan kuantum berkualitas tinggi. Tanpa ini, komputer kuantum tak bisa menjalankan perhitungan kompleks yang melampaui komputer konvensional.
Keadaan ajaib merupakan sumber daya penting dalam mekanika kuantum yang membuat pemrosesan informasi secara paralel. Namun selama ini, proses distilasi tersebut hanya bisa dilakukan pada qubit fisik yang masih rawan kesalahan.
Qubit logis yang mampu memperbaiki kesalahan jadi harapan untuk komputasi kuantum yang stabil. Namun, distilasi keadaan ajaib pada qubit ini baru berhasil lewat riset terbaru.
Peneliti QuEra berhasil melakukan distilasi pada qubit logis Distance-3 dan Distance-5, menurut studi di Nature pada 14 Juli 2025. Mereka menyaring lima keadaan ajaib rendah menjadi satu yang lebih murni dan stabil.
Dikutip dari Live Science, Sabtu (19/7/2025), semakin besar jarak qubit logis, semakin tinggi kemampuan koreksi kesalahannya. Distance-3 bisa memperbaiki satu kesalahan, sementara Distance-5 hingga dua kesalahan.
Yuval Boger, Chief Commercial Officer di QuEra, menyebut proses ini krusial agar komputer kuantum benar-benar bermanfaat. Ia menggambarkannya seperti menyuling minyak mentah menjadi bahan bakar jet untuk algoritma kuantum.
Sebelum ini, komputer kuantum hanya bisa menjalankan gerbang Clifford yang masih bisa disimulasikan superkomputer. Kini, dengan distilasi keadaan ajaib, mereka dapat menjalankan gerbang non-Clifford yang jauh lebih kompleks.
Proses ini membuat komputer kuantum lebih tahan terhadap kesalahan dan tetap akurat dalam perhitungan panjang. Ini jadi langkah penting menuju era dominasi komputasi kuantum atas komputer biasa.
Ke depan, ilmuwan akan fokus mengembangkan sistem lebih besar dan program kuantum yang tak bisa disimulasikan teknologi saat ini. Keberhasilan ini membuat masa depan komputasi kuantum semakin dekat dan menjanjikan terobosan besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








