Pejabat China Dikabarkan Bahas Penjualan TikTok di AS kepada Elon Musk

AKURAT.CO Beberapa pejabat China dilaporkan telah mempertimbangkan opsi penjualan operasi TikTok di Amerika Serikat (AS) kepada Elon Musk, jika aplikasi video pendek tersebut tidak mampu menghindari larangan yang akan datang.
Pemerintah China sebenarnya lebih memilih TikTok tetap berada di bawah kendali ByteDance, induk perusahaannya yang berbasis di Tiongkok. Namun, opsi lain, termasuk penjualan kepada Musk, telah menjadi bagian dari pembicaraan awal.
TikTok, melalui juru bicaranya, menyebut laporan tersebut sebagai 'fiksi murni' dan menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan menjual operasinya di AS. Aplikasi ini telah menjadi salah satu platform media sosial terbesar di dunia.
Kesuksesan TikTok di AS memicu kekhawatiran di kalangan politisi mengenai potensi pengaruh Partai Komunis Tiongkok terhadap ByteDance.
Pada April lalu, Dewan Perwakilan Rakyat AS meloloskan RUU yang mewajibkan ByteDance menjual TikTok atau menghadapi larangan total.
Dikutip dari Bloomberg.com, Rabu (15/1/2025), TikTok bisa dijual melalui proses kompetitif atau pengaturan pemerintah. Jika ini terjadi, pengendalian TikTok di AS tidak sepenuhnya berada di tangan ByteDance.
Kabarnya, Musk, pemilik platform media sosial X (dahulu Twitter), bisa mengambil alih operasi TikTok di AS. Meski demikian, belum ada informasi jelas mengenai keterlibatan Musk, ByteDance, atau TikTok dalam pembahasan ini.
Penjualan kepada Musk akan memperluas pengaruhnya terhadap platform informasi di Amerika, menyusul akuisisinya atas Twitter pada 2022.
Namun, akuisisi sebesar ini kemungkinan akan diawasi ketat oleh regulator di Komisi Perdagangan Federal (FTC) dan Departemen Kehakiman AS.
Larangan TikTok dapat memicu reaksi keras dari para penggunanya di AS. Influencer terkenal seperti MrBeast bahkan bercanda akan membeli TikTok untuk mencegah larangan tersebut.
Hingga saat ini, baik pihak ByteDance, Elon Musk, maupun otoritas terkait di China belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut.
TikTok juga menegaskan bahwa saham pemerintah China tidak memengaruhi operasi global mereka, termasuk di luar Tiongkok.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini






