Akurat Logo

8 Ciri Orang yang Langsung Membuka Media Sosial Setelah Bangun Tidur Menurut Psikolog

Tim Redaksi | 9 Desember 2024, 23:50 WIB
8 Ciri Orang yang Langsung Membuka Media Sosial Setelah Bangun Tidur Menurut Psikolog

AKURAT.CO Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, bahkan sering menjadi hal pertama yang dicek oleh banyak orang setelah bangun tidur.

Kebiasaan ini tampak sederhana, namun sebenarnya mencerminkan berbagai aspek psikologis yang lebih dalam dan dapat memengaruhi kesejahteraan mental.

Menurut pandangan psikologi, ada sejumlah ciri khas yang dapat dikenali pada individu yang memulai hari mereka dengan membuka media sosial. Berikut ini adalah delapan aspek psikologis yang sering ditemukan:

1. Kebutuhan untuk Terhubung dengan Orang Lain

Kebiasaan memeriksa pemberitahuan media sosial di pagi hari sering kali menunjukkan dorongan kuat untuk merasa terhubung dengan orang lain.

Media sosial menjadi alat praktis untuk menyapa teman, keluarga, atau bahkan dunia luar secara instan.

Baca Juga: Pertamina International Shipping Tekankan Pentingnya AI demi Wujudkan Swasembada Energi

Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki kebutuhan bawaan untuk berhubungan dengan sesama, dan di era digital, media sosial menjadi saluran utama untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

2. Kecenderungan Mencari Kepuasan Instan

Sensasi menyenangkan yang muncul saat melihat respons positif, seperti suka atau komentar, merupakan bentuk kepuasan instan.

Psikologi mencatat bahwa respons tersebut memicu pelepasan dopamin, zat kimia di otak yang memberikan rasa bahagia.

Bagi sebagian orang, memulai hari dengan media sosial adalah cara cepat untuk merasakan penghargaan dan membangun rasa percaya diri.

3. Kecenderungan Menunda Pekerjaan (Prokrastinasi)

Kebiasaan membuka media sosial di pagi hari juga dapat mencerminkan kecenderungan untuk menunda pekerjaan.

Konten media sosial yang terus diperbarui sering menjadi pelarian dari tanggung jawab yang seharusnya segera dikerjakan.

Hal ini membuat media sosial menjadi pengalih perhatian yang menyenangkan, tetapi dapat mengganggu produktivitas sepanjang hari.

4. Kesulitan Fokus pada Saat Ini (Mindfulness)

Orang yang terbiasa membuka media sosial saat bangun tidur sering kali kesulitan untuk menjalani hidup dengan penuh kesadaran (mindfulness).

Gangguan dari pemberitahuan media sosial dapat menghambat kemampuan seseorang untuk menikmati momen pagi yang tenang dan hadir secara utuh di saat ini.

5. Rasa Takut Ketinggalan (FOMO)

Fear of Missing Out (FOMO) adalah salah satu alasan utama orang memeriksa media sosial begitu bangun tidur.

Ketakutan akan ketinggalan informasi, acara, atau percakapan penting mendorong perilaku ini, meskipun sering kali mengorbankan prioritas kehidupan nyata.

6. Disiplin Diri yang Tinggi 

Sebaliknya, memulai hari dengan media sosial juga bisa menunjukkan tingkat disiplin diri yang tinggi bagi sebagian orang.

Mereka yang menjadikannya bagian dari rutinitas pagi yang terstruktur menunjukkan kemampuan mengatur waktu dengan baik, selama aktivitas tersebut tidak mengganggu produktivitas keseluruhan.

7. Kebutuhan akan Validasi Sosial

Kecenderungan memulai hari dengan memeriksa media sosial juga mencerminkan kebutuhan akan validasi sosial.

Respons positif dari dunia maya, seperti komentar atau suka, menjadi cara cepat untuk merasa diterima dan dihargai oleh orang lain.

Baca Juga: Google Hadirkan Ekstensi Gemini Baru, Termasuk Dukungan untuk Spotify

8. Rentan Terhadap Kecemasan

Kebiasaan ini juga bisa menjadi indikator kerentanan terhadap kecemasan. Penggunaan media sosial yang berlebihan telah dikaitkan dengan peningkatan stres dan kegelisahan.

Pemberitahuan yang datang bertubi-tubi sejak pagi dapat menciptakan ritme yang cepat, memicu stres, dan memengaruhi suasana hati sepanjang hari.

Kebiasaan membuka media sosial di pagi hari bukan hanya rutinitas, melainkan pola yang memengaruhi cara seseorang menjalani hidup.

Penting untuk merenungkan dampaknya: apakah kebiasaan ini membantu atau justru mengurangi kualitas hidup.

Mungkin, alih-alih langsung membuka media sosial, kita bisa mencoba menjalani pagi dengan lebih mindful, seperti bermeditasi, berolahraga ringan, atau sekadar menikmati momen tenang sebelum memulai aktivitas.

Pilihan ini dapat membantu mengelola perhatian dan meningkatkan kesejahteraan mental secara keseluruhan.  

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.