X Ubah Kebijakan Pembayaran Pembuat Konten, Apa Dampaknya?

AKURAT.CO X mengubah kebijakan pembayaran bagi pembuat konten dengan mengalihkan fokus dari iklan ke keterlibatan pengguna. Langkah ini diambil di tengah pengurangan jumlah pengiklan di platform, termasuk gugatan terhadap kelompok yang memboikot X.
Sebelumnya, pembuat konten mendapatkan imbalan berdasarkan persentase dari pendapatan iklan yang ditampilkan di postingan mereka. Kini, X akan memberikan pembayaran langsung kepada pembuat konten berdasarkan interaksi dari pengguna Premium.
Perubahan ini diharapkan dapat memicu peningkatan keterlibatan dengan konten, yang berpotensi mengubah jenis konten yang populer di X. Saat platform menilai konten berdasarkan keterlibatan, pembuat mungkin akan lebih cenderung memposting materi yang memicu diskusi atau emosi, termasuk konten yang kontroversial.
Ironisnya, saingan X, Instagram Threads, telah menghadapi tantangan serupa terkait konten yang mendorong 'umpan kemarahan'. Pendiri Instagram, Adam Mosseri, mengakui bahwa Threads mengalami peningkatan komentar negatif dan berusaha untuk menanganinya.
Baca Juga: Banyak Pengguna Kecewa, Begini Cara Menghapus Akun X
Meskipun X tidak menjelaskan bagaimana mereka akan mengawasi sistem baru ini, mereka menekankan bahwa pembuat konten dapat memperoleh lebih banyak uang seiring meningkatnya jumlah pelanggan Premium.
X belum mengungkap rincian mengenai perubahan persentase pembayaran, tetapi tampaknya mengindikasikan peningkatan potensi penghasilan karena berkurangnya ketergantungan pada iklan.
Sistem monetisasi baru ini mungkin membantu mengatasi kekhawatiran pembuat konten terkait penurunan pendapatan akibat pengurangan iklan.
Saat ini, untuk memenuhi syarat monetisasi, pengguna harus terverifikasi, memiliki minimal 500 pengikut dan 5 juta tayangan dalam tiga bulan terakhir.
Dikutip dari Techcrunch.com, Kamis (10/10/2024), ketentuan ini mendorong pembuat konten untuk menciptakan postingan yang menarik perhatian dan komentar.
Dengan penghargaan berdasarkan keterlibatan, pembuat konten mungkin lebih cenderung membuat konten provokatif, terutama menjelang pemilihan umum AS, yang bisa termasuk informasi menyesatkan seperti deepfake AI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa
- 10Prabowo: Kesejahteraan Jangan Hanya Jadi Slogan, Penghasilan Rakyat Harus Meningkat Nyata








