Cara Hentikan Email 'Promosi' di Gmail dengan Mudah

AKURAT.CO Bagi pengguna Gmail, mengelola email masuk adalah keterampilan dasar yang penting. Salah satu hal yang perlu diketahui adalah cara menghentikan email promosi yang sering kali mengganggu dan memenuhi ruang penyimpanan.
Email promosi biasanya berisi informasi tentang produk baru, diskon, atau program dari berbagai perusahaan dan platform. Untuk mengurangi gangguan, berikut beberapa cara efektif menghentikan email promosi di Gmail:
1. Unsubscribe dari Email Promosi
Cara paling mudah untuk menghentikan email promosi adalah dengan melakukan unsubscribe. Dikutip dari laman resmi Google, Selasa (23/7/2024), berikut langkah-langkahnya:
- Buka Gmail dan temukan email promosi.
- Buka email tersebut dan klik opsi 'Unsubscribe'.
- Setelah unsubscribe, Anda tidak akan menerima email promosi dari pengirim tersebut lagi.
2. Masukkan Email Promosi ke Folder Spam
Metode lain adalah memindahkan email promosi ke folder spam. Langkah-langkahnya:
- Buka Gmail dan cari email promosi.
- Buka email tersebut, klik ikon tiga titik dan pilih 'Report spam'.
- Email tersebut akan masuk ke folder spam dan Anda tidak akan menerima pemberitahuan lagi dari pengirim tersebut.
3. Blokir Alamat Email Pengirim
Anda juga bisa memblokir alamat email pengirim promosi. Berikut caranya:
- Buka Gmail dan temukan email promosi yang ingin diblokir.
- Buka email tersebut, klik ikon tiga titik dan pilih 'Block (nama pengirim)'.
- Setelah diblokir, pengirim tidak akan bisa mengirim email promosi ke Anda lagi.
Dengan langkah-langkah di atas, Anda bisa dengan mudah menghentikan email promosi yang masuk ke Gmail. Ini akan membantu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








