Akurat Logo

Daya Saing Digital Indonesia Meningkat, Capai Posisi 45 Dunia

Petrus C. Vianney | 28 Januari 2024, 22:14 WIB
Daya Saing Digital Indonesia Meningkat, Capai Posisi 45 Dunia

AKURAT.CO - Menurut hasil riset terbaru dari International Institute for Management Development (IMD), daya saing digital Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, melonjak enam peringkat dari posisi 51 dunia pada tahun 2022 menjadi posisi ke-45 dunia pada World Digital Competitiveness Ranking (WDCR 2023).

Riset tersebut membandingkan kemampuan daya saing digital dari 64 negara dan menunjukkan bahwa Indonesia unggul dibanding sejumlah negara Asia, seperti India (peringkat 49), Filipina (59) dan Mongolia (63). Meski begitu, di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih berada di bawah Singapura (peringkat 3), Malaysia (33) dan Thailand (35).

"Pada 2019, Indonesia ada di posisi ke-56 dan kini naik ke posisi 45 dunia. Hal ini menunjukkan keberhasilan perbaikan transformasi digital yang signifikan," ujar Arturo Bris selaku Direktur IMD World Competitiveness Center (WCC), dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Kamis (25/01/2024).

Namun, untuk terus meningkatkan daya saing digital, Indonesia perlu fokus pada peningkatan kecepatan internet, peningkatan jumlah pengguna internet dan penyelesaian masalah pembajakan perangkat lunak. Saat ini, kecepatan internet Indonesia berada di peringkat 62 dari 64 negara yang diteliti.

Baca Juga: Perkuat Hilirisasi Digital, Gibran: Kita Butuh Anak Muda yang Ahli Data Science hingga Game Designer

Kendala lainnya melibatkan pendidikan dan pelatihan, serta kurangnya riset dan pengembangan teknologi. Indonesia perlu meningkatkan investasi pendidikan, meningkatkan jumlah pekerja dengan keahlian teknologi dan memberikan hibah untuk paten teknologi terbaru.

Riset juga menyoroti penurunan dalam bidang pendidikan dan pelatihan dalam lima tahun terakhir. Bris menambahkan bahwa peningkatan investasi dalam pendidikan dan pelatihan dapat memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja yang berkaitan dengan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

IMD berharap hasil riset daya saing digital ini dapat membantu pemerintah dan bisnis memahami perbaikan sektor yang diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, capaian positif juga terlihat dalam riset lain IMD pada tahun 2023, dengan Indonesia naik ke posisi 34 dunia dalam daya saing secara keseluruhan, posisi 47 dalam daya saing talenta dan posisi 19 dalam tingkat ekonomi keberlanjutan. Beberapa kota di Indonesia juga diakui sebagai kota pintar dunia, termasuk Jakarta (102), Medan (112) dan Makassar (114).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.