Daya Saing Digital Indonesia Meningkat, Capai Posisi 45 Dunia

AKURAT.CO - Menurut hasil riset terbaru dari International Institute for Management Development (IMD), daya saing digital Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, melonjak enam peringkat dari posisi 51 dunia pada tahun 2022 menjadi posisi ke-45 dunia pada World Digital Competitiveness Ranking (WDCR 2023).
Riset tersebut membandingkan kemampuan daya saing digital dari 64 negara dan menunjukkan bahwa Indonesia unggul dibanding sejumlah negara Asia, seperti India (peringkat 49), Filipina (59) dan Mongolia (63). Meski begitu, di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih berada di bawah Singapura (peringkat 3), Malaysia (33) dan Thailand (35).
"Pada 2019, Indonesia ada di posisi ke-56 dan kini naik ke posisi 45 dunia. Hal ini menunjukkan keberhasilan perbaikan transformasi digital yang signifikan," ujar Arturo Bris selaku Direktur IMD World Competitiveness Center (WCC), dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Kamis (25/01/2024).
Namun, untuk terus meningkatkan daya saing digital, Indonesia perlu fokus pada peningkatan kecepatan internet, peningkatan jumlah pengguna internet dan penyelesaian masalah pembajakan perangkat lunak. Saat ini, kecepatan internet Indonesia berada di peringkat 62 dari 64 negara yang diteliti.
Baca Juga: Perkuat Hilirisasi Digital, Gibran: Kita Butuh Anak Muda yang Ahli Data Science hingga Game Designer
Kendala lainnya melibatkan pendidikan dan pelatihan, serta kurangnya riset dan pengembangan teknologi. Indonesia perlu meningkatkan investasi pendidikan, meningkatkan jumlah pekerja dengan keahlian teknologi dan memberikan hibah untuk paten teknologi terbaru.
Riset juga menyoroti penurunan dalam bidang pendidikan dan pelatihan dalam lima tahun terakhir. Bris menambahkan bahwa peningkatan investasi dalam pendidikan dan pelatihan dapat memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja yang berkaitan dengan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
IMD berharap hasil riset daya saing digital ini dapat membantu pemerintah dan bisnis memahami perbaikan sektor yang diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, capaian positif juga terlihat dalam riset lain IMD pada tahun 2023, dengan Indonesia naik ke posisi 34 dunia dalam daya saing secara keseluruhan, posisi 47 dalam daya saing talenta dan posisi 19 dalam tingkat ekonomi keberlanjutan. Beberapa kota di Indonesia juga diakui sebagai kota pintar dunia, termasuk Jakarta (102), Medan (112) dan Makassar (114).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK






