AKURAT.CO - Dalam rangka kampanye Gerakan Nasional Literasi Digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menyelenggarakan webinar Literasi Digital #MakinCakapDigital 2023 untuk segmen komunitas di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dengan tema "Menjadi Pejuang Anti-Hoaks di Dunia Digital" pada Kamis (19/10/2023).
Kali ini hadir pembicara-pembicara program kegiatan Literasi Digital #MakinCakapDigital di tahun 2023 yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Dosen STAI Al Muhajirin Purwakarta, Dian Ikha P dan Senior Product Manager, Anwar Sadat, serta Founder Milenia Guest House, Gilang Alvianto.
Perkembangan teknologi Information and Communication Technology (ICT) terus melaju secara masif. Hal ini ikut memengaruhi gaya hidup yang mudah dan praktis serta budaya masyarakat yang semakin nyaman dan percaya melakukan aktivitas di dunia digital.
"Namun dunia maya tentu memiliki potensi tinggi terhadap cyber crime yang mengancam keamanan digital penggunanya," ungkap Dosen STAI Al Muhajirin Purwakarta, Dian Ikha P saat menjadi narasumber kegiatan literasi digital #makincakapdigital 2023 untuk segmen komunitas di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (19/10/2023).
Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Pemuda Mahasiswa Nusantara Ajak Milenial Tangkal Hoaks Di Media Sosial
Menurut survei dari We Are Social dan HootSuit di awal 2023, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai sekitar 215 juta atau hampir 80 persen dari total penduduk.
Sementara data BPS pada 2019 dari tiga subindeks, Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Indonesia, subindeks keahlian dengan skor paling rendah meskipun dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan.
Tingginya jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini belum diiringi dengan kecakapan digitalnya, termasuk dalam hal etika, budaya maupun keamanan digital. Dalam paparannya, Dian menyambung bahwa pengguna harus berhati-hati dengan hoaks atau berita bohong yang tersebar di internet.
Informasi bohong yang tidak sesuai fakta ini biasanya mengambil sumber tidak jelas, serta tidak bisa dipertanggungjawabkan kebernarannya. Sementara hoaks juga mudah menyebar, lantaran banyak juga ketidakpedulian masyarakat akibat kurang memahami bahaya hoaks.
Berbagai faktor membuat hoaks mudah menyebar juga ditenggarai kecepatan media sosial dalam menyebarkan informasi. Ada pula hoaks yang sudah didesain sesuai keinginan untuk menjadi viral dan mencari sensasi.
"Di grup keluarga, ada juga kecenderungan untuk jadi penyebar informasi yang pertama," sambung Dian.
Untuk mencegah hoaks, pengguna harus cerdas memilah informasi yang didapatkan dari internet maupun media sosial dan pesan teks dalam percakapan sehari-hari.
Kemudian periksa dulu sumber informasi saat mengetahui berita yang terasa janggal, cek tanggal, gambar dan konteks beritanya. Mengedukasi keluarga dan membiasakan diri untuk tidak terburu-buru menyebarkan ulang informasi juga jadi upaya mencegah hoaks dengan menghentikan rantai penyebaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







