Melatih Kembali Empati Diri, Demi Menjadi Warga Digital Lebih Baik

AKURAT.CO, Dalam dunia digital, banyak interaksi manusia yang dilakukan melalui perangkat mobile dan internet. Meski dapat membuat kita berinteraksi secara efisien, tetapi hal ini juga bisa menghilangkan salah satu aspek emosional manusia, yaitu empati.
Tantangan kita sebagai bagian dari masyarakat adalah menegaskan kembali kasih sayang, sopan santun, dan kebaikan ke dalam kehidupan online kita. Seringkali kita merasa sedih karena kalimat-kalimat tidak mengenakkan dari akun-akun di platform jejaring sosial.
Namun, hal tersebut seharusnya tidak perlu terjadi, dan ada beberapa hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk membantu menyebarkan lebih banyak kebaikan dan hal positif di platform online. Kepada AkuratIptek, berikut hal-hal sederhana itu yang dibagikan oleh Facebook Indonesia.
Pegang kendali terhadap diri sendiri
Di dunia nyata, saat seseorang mengajak untuk berbincang tetapi dengan cara yang tidak sopan, langkah yang biasanya diambil adalah dengan tidak menggubrisnya. Sama halnya di dunia online, jika menemukan orang yang menyebalkan, tak perlu menghiraukannya.
Fokuslah pada pesan-pesan positif yang menunjukkan empati kapanpun dan di manapun. Sebagai contoh, memberikan ucapan selamat ketika seseorang berhasil meraih prestasi dapat memberikan kebahagiaan bagi mereka, sama halnya juga seperti ejekan dan hinaan yang dapat membuat mereka sedih.
Cermat dalam mengkurasi timeline media sosial
Penting untuk dipahami bahwa meskipun internet memungkinkan untuk berbagi informasi secara cepat, informasi yang biasanya dibagikan hanyalah sebagian kecil dari apa yang sebenarnya terjadi.
Melihat fakta tersebut, saat merasa kewalahan dengan banyaknya berita negatif yang dilihat, ada baiknya mulai mengikuti akun-akun yang membagikan berita-berita positif, sehingga tidak merasa terlalu stres karena melihat berita yang buruk.
Rayakan hidup bersama teman dan keluarga
Carilah hal-hal yang membuat bersyukur atas kehidupan ini. Tak hanya itu, tengoklah dan berikan perhatian yang tulus kepada teman-teman dan keluarga. Mereka bukan hanya sekadar komponen utama yang dapat memperkaya hidup. Hal sederhana seperti menanyakan kabar mereka dapat memberikan perbedaan yang positif bagi kesehatan mental mereka.
Melatih empati di ranah online merupakan bagian dari program Asah Digital dari Facebook yang menyediakan sumber daya untuk membangun komunitas global yang bertanggung jawab dan memiliki keterampilan yang mumpuni untuk menjadi warga digital yang lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 4Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 5Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 750 Contoh Ucapan Hari Santri 2026 Terbaru, Singkat dan Penuh Makna
- 8Hasil dan Klasemen Liga Champions: Como Tenggelamkan MU, Real Madrid Merangsek ke 3 Besar
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot



