Transaksi Aset Digital dengan Digitalexchange.id, Amankah?

AKURAT.CO Perusahaan teknologi keuangan Anabatic Technologies mengumumkan beroperasinya Digitalexchange.id, sebuah platform pertukaran aset digital. Pengguna dapat memperdagangkan aset digital seperti bitcoin, ethereum dan koin alternatif Iainnya.
Keunggulan yang ditawarkan Digitalexchange.id. salah satunya adalah jaminan keamanan dan transparansi yang baik. Hal itu disampaikan Direktur PT Anabatic Technologies, Adriansyah Adnan bahwa DigitaIexchange.id sudah tergabung dalam Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI).
"Melalui Digitalexchange.id, kami melakukan pengembangan bisnis baru dan ingin menghadirkan platform pertukaran aset digital yang sangat aman, patuh pada regulasi, transparan dan juga terpercaya," ujar Direktur PT Anabatic Technologies, Adriansyah Adnan saat peluncuran di Graha Anabatic BSD Serpong, Tangerang, Jumat (28/6).
Selain itu, platform ini menurutnya memiliki user interface yang unik. Adriansyah menuturkan Digitalexchange.id menyajikan user interface yang didesain secara khusus, sehingga sangat intuitive, mudah digunakan dan dilengkapi Iayanan support 24 jam dalam seminggu.
Sementara itu, CEO Digitalexchange.id, Duwi Sudarto Putra menerangkan platform-nya menawarkan kemudahan penggunaan platform aset digital, kecepatan dalam bertransaksi, proses setor dan penarikan yang cepat. "Dan tentunya didukung layanan pelanggan terbaik di dalam lingkungan yang terjamin keamanannya," tegas dia.
Duwi menjelaskan, digital aset atau cryptocurrency yang ada menggunakan skema keamanan catatan transaksi digital berdasarkan struktur alias blockchain.
"Blockchain-nya ini lebih ke arah database-nya. Jadi kalau misalnya kita pengguna, kita punya wallet ini, nah wallet itu bagian dari konsensus yang lain-lain, dalam arti kita bagian dari database yang segitu besarnya," ucapnya.
"Jadi, semakin banyak orang yang menggunakan cryptocurrency tersebut, itu semakin aman," sambung Duwi.
Selain itu, ia menjelaskan Digitalexchange.id, menggunakan enkripsi. "Jadi enkripsi itu benar-benar keamanannya tinggi, dalam arti dia nggak bisa sembarangan. Posisi transfernya ini memerlukan pihak ketiga, namanya miner. Mining ini yang menentukan bahwa dia ini sudah ditransaksi atau belum," sebut Duwi.
Adriansyah sendiri mengungkapkan informasi perihal keamanan akan dibantu oleh Anabatic Group. ”Anabatic Technologies telah membangun reputasi selama lebih dari 15 tahun di bidang teknologi informasi, termasuk keamanan siber. Kami juga mendapatkan kepercayaan dari berbagai mitra dan customer di berbagai industri, termasuk dari industri keuangan di Indonesia," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar




