Akurat Logo

OIS dan EIS pada Kamera Ponsel, Apa Bedanya?

Khaerul S | 21 November 2018, 17:57 WIB
OIS dan EIS pada Kamera Ponsel, Apa Bedanya?

AKURAT.CO Pada kamera smartphone, kamu tentu kerap mendapati adanya fitur OIS atau EIS. OIS adalah akronim dari optical image stabilizer. Sementara EIS, kependekan dari electronic image stabilizer.

OIS dan EIS memiliki fungsi yang sama, sama-sama menjaga keseimbangan dari guncangan kala mengambil gambar. Tapi, dalam mendapatkan keseimbangan gambar, dua fitur tersebut memiliki cara kerjanya saja yang berbeda.

OIS, umumnya, disematkan pada lensa kamera. Cara kerja OIS sebenarnya sederhana. OIS memerlukan gyro sensor yang ada pada smartphone untuk menyusun rangkaian optic yang ada di dalam lensa kamera. Kemudian lensa akan bergerak sejajar mengikuti bidang gambar. Alhasil, gambar yang dihasilkan tanpa blur dan video yang direkam aman dari shaking.

Fitur OIS sejatinya lebih mahal dari EIS. Karena itu, fitur ini hanya ditemukan pada smartphone flagship macam Galaxy S7 dan Lumia 1020.

Lantas bagaimana dengan EIS? Cara kerjanya berbeda dengan OIS. EIS murni memanfaatkan kerja sensor. Gambar yang masuk melalui lensa diteruskan ke sistem sensor untuk kemudian diolah dengan cara crop resolusi.

Meski gambar yang dihasilkan tak kalah bagus dengan OIS, Tapi itulah kekurangan EIS. Ada sekian persen resolusi yang hilang dalam proses penstabilan. EIS umum digunakan pada kamera mid-range seperti Asus Zenfone series dan Xiaomi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A