Hampir 80 Persen Perusahaan Investasi AI untuk Keamanan Siber, Ini Alasannya

AKURAT.CO Peran kecerdasan buatan (AI) semakin dominan dalam strategi keamanan siber global. Survei terbaru menunjukkan hampir 80 persen Chief Information Security Officer (CISO) berencana mengalokasikan investasi baru ke solusi keamanan berbasis AI pada 2026.
Perubahan ini menandai pergeseran besar dalam prioritas anggaran keamanan siber. Organisasi kini tidak hanya memperkuat pertahanan digital, tetapi juga mengandalkan otomatisasi AI untuk meningkatkan efisiensi dan respons terhadap ancaman.
Dalam survei yang melibatkan eksekutif keamanan dari berbagai perusahaan internasional, sebanyak 77,8 persen responden menyebut alat keamanan bertenaga AI sebagai fokus utama investasi. Selain itu, 41,3 persen CISO memilih sistem AI untuk mengotomatisasi tugas keamanan.
Di luar AI, perlindungan data cloud dan deteksi ancaman identitas masing-masing dipilih oleh sekitar 33 persen responden. Sementara itu, 22 persen CISO memprioritaskan solusi manajemen paparan dan pengamanan permukaan serangan.
Survei juga mengungkap faktor pendanaan startup memengaruhi persepsi pasar. Sekitar 65 persen eksekutif keamanan menilai perusahaan dengan pendanaan besar mendapat perhatian lebih, meski hanya sebagian yang menjadikannya faktor utama dalam memilih produk.
"Hampir semua anggaran keamanan perusahaan sekarang diarahkan ke produk AI di berbagai kategori," ujar Arik Kleinstein selaku salah satu pendiri dan mitra pengelola Glilot Capital, dikutip dari CTeh, Selasa (10/2/2026).
Pandangan terhadap latar belakang pendiri startup juga beragam. Sebagian CISO menilai produk dari pendiri berpengalaman lebih matang, namun mayoritas percaya kualitas solusi tidak ditentukan oleh pengalaman pendiri.
Dalam strategi pemilihan vendor, CISO terbagi antara memilih produk terbaik di tiap kategori dan mengurangi jumlah penyedia layanan keamanan. Meski demikian, hanya sedikit yang mendukung penggunaan platform keamanan terpadu secara luas.
Ke depan, mayoritas CISO memprediksi penggunaan AI dalam pertahanan siber akan menjadi standar pada akhir 2026. Tren lain yang diperkirakan meningkat meliputi pengamanan kode AI, deteksi serangan berbasis AI, serta tata kelola penggunaan AI di organisasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







