AI Diprediksi Pangkas Lebih dari 200 Ribu Pekerjaan Perbankan Eropa hingga 2030

AKURAT.CO Kecerdasan buatan (AI) diperkirakan akan mengubah struktur tenaga kerja sektor perbankan Eropa secara signifikan. Laporan Morgan Stanley menyebutkan lebih dari 200 ribu pekerjaan berisiko hilang hingga tahun 2030.
Prediksi tersebut mencakup sekitar 35 bank besar yang beroperasi di kawasan Eropa. Dalam lima tahun ke depan, lembaga-lembaga ini diperkirakan memangkas hingga 10 persen dari total posisi yang ada.
Jika skenario ini terwujud, industri perbankan berpotensi menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja berskala besar. Kondisi ini dinilai mirip dengan apa yang sebelumnya terjadi di sektor teknologi setelah pandemi.
Baca Juga: AI Jadi Teman Liburan, Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Data
Dikutip dari Financial Times, Sabtu (3/1/2026), adopsi AI yang masif menjadi faktor utama pengurangan tenaga kerja. Selain itu, penutupan dan pengurangan cabang fisik juga ikut menekan kebutuhan staf.
Posisi yang paling terdampak berada di area back-office, manajemen risiko dan kepatuhan. Peran-peran tersebut dinilai repetitif dan sangat bergantung pada pemrosesan data.
Tugas seperti pemantauan transaksi, penyusunan laporan dan analisis data besar kini dapat dijalankan lebih cepat oleh sistem AI. Efisiensi inilah yang mendorong bank melakukan restrukturisasi berbasis teknologi.
Beberapa bank Eropa telah mengumumkan rencana pengurangan tenaga kerja secara terbuka. ABN Amro, misalnya, menargetkan pemangkasan sekitar 20 persen karyawan hingga 2028 seiring percepatan digitalisasi.
Societe Generale dari Prancis juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh lini bisnisnya. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan struktur biaya dengan tekanan persaingan yang meningkat.
"Mereka yang masih perlu diyakinkan bahwa AI akan secara signifikan mengubah layanan keuangan harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk menjelajahi alat yang sudah tersedia," ujar Jason Napier selaku Kepala penelitian bank Eropa di UBS.
Tren serupa tidak hanya terjadi di Eropa, tetapi juga secara global. Di Amerika Serikat, Goldman Sachs telah melakukan PHK dan pembekuan rekrutmen sebagai bagian dari strategi efisiensi berbasis AI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 2Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 3Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 6Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






