Google Perluas Fitur Anti Penipuan Panggilan untuk Aplikasi Keuangan di Android

AKURAT.CO Google memperluas perlindungan penipuan panggilan ke lebih banyak aplikasi perbankan dan fintech di Android. Hal ini ditujukan untuk menekan kasus penipuan keuangan yang semakin meningkat.
Program keamanan ini kini hadir di Amerika Serikat setelah melalui tahap uji coba di Inggris. Google bekerja sama dengan Cash App serta bank besar seperti JPMorgan Chase untuk menghadirkan fitur ini.
Fitur ini akan memberi peringatan saat pengguna membuka aplikasi keuangan sambil menerima panggilan dari nomor tidak dikenal. Sistem dirancang untuk mencegah penipu yang mencoba memanfaatkan sesi berbagi layar.
Penipu biasanya meminta korban menunjukkan layar untuk mencuri data atau mengakses akun perbankan. Dengan fitur ini, pengguna mendapat perlindungan tambahan dari taktik tersebut.
Ketika peringatan muncul, pengguna bisa menghentikan panggilan hanya dengan satu ketukan. Google juga menyertakan jeda 30 detik sebelum pengguna melanjutkan aktivitas.
Jeda ini memberi waktu bagi pengguna untuk berpikir ulang agar tidak terjebak manipulasi sosial. Mekanisme tersebut bertujuan memutus pola bujukan yang dilakukan penipu.
Dikutip dari Gadgets360, Senin (8/12/2025), Google melaporkan bahwa uji coba di Inggris berhasil membantu ribuan pengguna menghindari penipuan. Banyak pengguna diarahkan untuk mengakhiri panggilan yang dinilai mencurigakan.
Perusahaan turut menguji fitur serupa di Brasil dan India sebagai bagian dari upaya keamanan global. Harapannya, teknologi ini kelak bisa hadir di negara lain termasuk Indonesia yang membutuhkan perlindungan ekstra pada layanan perbankan digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








