Microsoft Dikabarkan Bahas Akuisisi TikTok, Ini Kata Trump

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengungkapkan bahwa Microsoft tengah dalam pembicaraan untuk mengakuisisi platform media sosial TikTok.
Trump menyatakan ia berharap terjadi persaingan penawaran terkait aplikasi tersebut, yang memiliki sekitar 170 juta pengguna di Amerika Serikat.
Hingga saat ini, Microsoft belum memberikan komentar resmi, sementara TikTok dan perusahaan induknya, ByteDance, juga belum merespons permintaan tanggapan dari Reuters.
Isu akuisisi ini mencuat seiring dengan ancaman larangan TikTok di Amerika Serikat jika ByteDance, perusahaan asal China, tidak menjual aset aplikasinya.
Pemerintahan Trump sebelumnya menetapkan tenggat hingga 19 Januari untuk menyelesaikan penjualan, dengan alasan kekhawatiran terhadap keamanan nasional.
Trump juga menyebut bahwa dirinya sedang berdiskusi dengan berbagai pihak terkait akuisisi TikTok, dan berencana membuat keputusan dalam waktu 30 hari.
Ia bahkan sempat menyatakan keterbukaannya jika CEO Tesla, Elon Musk, tertarik membeli TikTok, meski hingga kini Musk belum memberikan pernyataan.
Di sisi lain, startup AI Perplexity AI dilaporkan telah mengajukan proposal untuk bermitra dengan TikTok. Dikutip dari Reuters, Selasa (28/1/2025), proposal tersebut mencakup rencana agar pemerintah AS memiliki hingga 50 persen kepemilikan perusahaan baru yang akan dibentuk.
Isu ini juga bukan kali pertama Microsoft dilibatkan dalam pembicaraan akuisisi TikTok. Pada 2020, Microsoft sempat menjadi penawar utama setelah Trump memerintahkan pemisahan TikTok versi AS dari ByteDance.
Namun, pembicaraan tersebut gagal, dan rencana divestasi berakhir begitu Trump meninggalkan jabatannya.
CEO Microsoft, Satya Nadella, bahkan menyebut pengalaman pembicaraan itu sebagai hal paling aneh yang pernah dikerjakan, mengingat perubahan sikap pemerintah AS terkait proses akuisisi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









