Akurat Logo

X Dilarang di Brasil, Pengguna Migrasi ke Platform Lain

Petrus C. Vianney | 6 September 2024, 19:17 WIB
X Dilarang di Brasil, Pengguna Migrasi ke Platform Lain

AKURAT.CO Pengguna media sosial di Brasil mulai bermigrasi ke platform baru setelah X, platform milik Elon Musk, dilarang di negara tersebut.

Larangan ini merupakan hasil dari perselisihan hukum antara Musk dan Mahkamah Agung Brasil. Hakim Alexandre de Moraes memerintahkan penutupan X di Brasil dan menetapkan denda harian sebesar $9.000 (sekitar Rp 138 jutaan) bagi yang menggunakan VPN untuk mengakses platform tersebut.

Pengguna Brasil mulai beralih ke Threads dan Bluesky, dengan banyak yang mencari platform baru untuk melanjutkan aktivitas online mereka. Threads, yang diluncurkan oleh Meta, menarik pengguna dengan integrasi mudah ke Instagram.

Sementara itu, Bluesky, proyek yang digagas oleh mantan CEO Twitter Jack Dorsey, juga mengalami lonjakan pengguna dari Brasil. Bluesky menawarkan suasana yang lebih tenang dan interaksi yang lebih organik.

Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, bahkan turut aktif di platform baru ini, menarik perhatian publik. Banyak pengguna merasa perpindahan ini memberikan suasana yang lebih positif, terutama bagi kesehatan mental mereka.

Meskipun X hanya memiliki sekitar 22 juta pengguna di Brasil, dampaknya sangat besar di kalangan jurnalis, politisi dan tokoh masyarakat, sehingga penutupan platform ini mempengaruhi percakapan publik.

Dikutip dari Apnews.com, Jumat (6/9/2024), kini, Bluesky dan Threads menjadi tujuan utama bagi pengguna X Brasil yang mencari tempat baru untuk berbagi ide dan berkomunikasi.

Perubahan ini menandai babak baru dalam dunia digital Brasil, di mana pengguna mulai menemukan rumah baru di platform alternatif yang menawarkan pengalaman media sosial yang lebih terbuka dan bebas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.