Instagram Digugat Karena Berdampak Pada Kesehatan Mental Anak Muda

AKURAT.CO - Perusahaan Meta yang mengendalikan Facebook dan Instagram, kini berhadapan dengan gugatan yang menuduhnya menciptakan krisis kesehatan mental.
Dikutip Akurat.co dari Bbc.com, Rabu (25/10/2023), para penuntut mengklaim bahwa Meta menggunakan fitur adiktif untuk memikat pengguna, sambil menyembunyikan potensi bahayanya. Mereka juga menyalahkan Meta karena mengumpulkan data anak di bawah usia 13 tanpa mematuhi aturan privasi anak-anak.
Meta merespon gugatan ini dengan kekecewaan dan menyatakan komitmennya untuk menciptakan pengalaman online yang aman bagi remaja. Mereka mengklaim telah memperkenalkan lebih dari 30 alat untuk mendukung remaja dan keluarga mereka.
Baca Juga: Bisakah Menghapus Akun Threads Tanpa Menghapus Instagram?
Namun, gugatan ini mencerminkan tuntutan hukum yang lebih besar yang dihadapi Meta dan perusahaan media sosial lainnya. Tuntutan ini muncul setelah penyelidikan atas praktik perusahaan pada tahun 2021, ketika pelapor pelanggaran Frances Haugen bersaksi bahwa perusahaan mengetahui dampak negatif produknya pada anak-anak.
Meskipun Meta membantah bahwa Instagram merusak kesehatan mental remaja, banyak penelitian menunjukkan bahwa media sosial dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan mental anak muda.
Gugatan ini menuntut ganti rugi finansial dan upaya untuk menghentikan praktik berbahaya yang dianggap dilakukan oleh Meta, seperti fitur suka, peringatan dan filter yang dikatakan mendorong dismorfia tubuh. Ini menjadi salah satu langkah hukum terbesar yang dihadapi Meta hingga saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








