Akurat Logo

PermataBank Fasilitasi Trade Finance Pakai Teknologi Blockchain

Muhammad Ghifani Ramadifa | 21 Desember 2022, 12:21 WIB
PermataBank Fasilitasi Trade Finance Pakai Teknologi Blockchain

AKURAT.CO, PermataBank menerapkan teknologi blockchain untuk transaksi Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN). Di mana seluruh pembuatan dan pertukaran dokumen dilakukan secara digital. 

Dengan penerapan teknologi tersebut, PermataBank diklaim jadi bank pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi blockchain.

Teknologi blockchain ini diterapkan untuk keseluruhan transaksi perdagangan antara PT. United Tractors Tbk (“UT”) dan PT. United Tractors Semen Gresik (“UTSG”) yang didukung oleh Permata Trade Finance.

Direktur Wholesale Banking PermataBank, Darwin Wibowo menyampaikan bahwa implementasi teknologi blockchain pada sektor perbankan dapat memberikan peningkatan efisiensi, penghematan biaya, serta mengurangi berbagai risiko keuangan bagi korporasi dengan skala dan transaksi pasar yang luas. 

"Teknologi Blockchain yang diterapkan dalam transaksi trade finance akan mengoptimalkan perdagangan global yang lebih mudah, efisien, dan aman. Teknologi ini akan membantu nasabah korporat memaksimalkan sumber daya dan meningkatkan arus kas, sehingga diharapkan dapat mengakselerasi bisnis nasabah kami," kata Darwin, dikutip Rabu (21/12/2022).

Menurutnya, Transaksi Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) yang dilakukan dengan memakai teknologi blockchain menjadi sebuah pencapaian sekaligus terobosan baru bagi proses trade finance di Indonesia. 

Sementara itu, Corporate Treasury Head PT United Tractors Tbk., Ramandhika menyampaikan, benefit transaksi SKBDN dengan blockchain ini membantu perusahaan sebagai penerima SKBDN untuk memproses transaksi secara full digital dari mulai penerimaan hingga presentasi dokumen. 

"Transaksi SKBDN yang faster, secure, simpler dan paperless dapat terwujud dengan platform blockchain ini," kata Ramandhika.

Senada dengan hal tersebut, Direktur PT. United Tractors Semen Gresik, Budi Wahyudarsono menyampaikan, dengan adanya bantuan trade finance berteknologi blockchain, membuat model bisnisnnya semakin dipermudah dalam transaksi keuangan dengan cepat dan transparan serta mengurangi risiko operasional perusahaan. 

"Tidak hanya itu, setiap detail transaksi juga tercatat di dalam jaringan dalam jangka waktu yang lama, fitur ini sangat membantu kami dalam mengontrol cash flow perusahaan," ujar Budi.

Teknologi blockchain diklaim mampu mengoptimalkan aliran data dengan aman, mudah dan cepat antara mitra bisnis, yang secara signifikan meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan arus perdagangan dalam jaringan perdagangan. 

"Jaringan secara digital yang terhubung ini juga merupakan tempat yang tepat untuk menemukan mitra yang juga tepat, memperluas jaringan pemasok, pembeli dan bank, sehingga mempercepat dan meningkatkan volume perdagangan dengan cara yang paling efisien," tutup Darwin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.