Rahasia Di Balik Kesuksesan Instagram Stories dan IGTV

AKURAT.CO Tepat dua tahun yang lalu, Instagram menghadirkan fitur yang dianggap meniru aplikasi Snapchat. Yap bernama Stories, fitur tersebut menampilkan konten foto dan video dari keseharian pengguna dan akan hilang dalam waktu 24 jam kemudian.
Memang, awalnya aplikasi Snapchat ramai digandrungi oleh anak muda. Namun, sejak Instagram juga menaruh fitur yang sama, perlahan tapi pasti Snapchat makin ditinggalkan. Instagram Stories sekarang memiliki 400 juta pengguna perbulannya, 100 juta lebih banyak dari penggunanya pada tahun 2016. Tak ayal, kedua perusahaan media social tersebut pun berseteru.
Dilansir dari The Verge, Minggu (5/8) CEO Instagram, Kevin Systrom membagikan kisahnya tentang bagaimana upayanya dalam memperbaiki nama perusahaannya yang telah dicap sebagai 'penjiplak'.
"Ini benar-benar melawan gagasan jika perusahaan lain tidak bisa mengadopsi fitur ini dan membuatnya sendiri. Posisi saya selalu untuk format in dan saya masih meyakininya. Pertanyaannya, apakah kami memiliki visi yang unik milik kami sendiri? Banyak yang telah kamu lihat selama satu tahun ini dari Instagram Storiesuntuk membuktikannya," jelasnya.
Walaupun Stories pada dasarnya sama-sama menampilkan konten dalam kurun waktu 1 hari, namun kini fitur tersebut telah mengalami banyak penambahan. Seperti yang diketahui, InstaStories telah menyematkan fitur boomerang, stiker polling, stiker emoji slider, stiker question dan stiker musik untuk negara tertentu.
Bahkan Instagram telah bekerjasama dengan Spotify dan GoPro. Hal ini memudahkan para pengguna untuk menggunggah langsung dari aplikasi musik atau mengunggah foto dari kamera ke Stories.
Yang paling penting, adanya fitur Stories dinimali menjadi motivasi akan eksperimental terbaru bagi perusahaan Instagram. Dimana sebelumnya Instagram hanya mengutak-atik format foto, video dan menyediakan filter-filter terbaru.
Puncak dari kesuksesan fitur Stories yang telah menggaet jutaan pengguna, Instagram pun telah melahirkan inovasi terbaru. IGTV, menjadi salah satu fitur yang disebut-sebut saingan Youtube dalam menampilkan berbagai konten video dalam durasi 1 jam.
Melalui kesuksesan ide brilian aplikasi tersebut, Instagram pun diprediksi akan menyelamatkan sisi finansial perusahaan induknya, Facebook. Seperti yang sudah diberitakan bahwa Facebook akhir-akhir ini tersandung masalah penyalahgunaan data pengguna Bersama dengan Cambridge Analytica.
Dengan demikian, fitur Stories menjadi fitur utama yang paling menarik perhatian para pengguna. Pun fitur IGTV juga menjadi buah kesuksesan perusahaan milik Systrom. Dua hasil kesuksesan tersebut menjadi tantangan sendiri bagi dirinya dan perusahaannya. Mengingat terdapat beberapa sejumlah karyawan Facebook ditempatkan di Instagram, sehingga Systrom harus lebih hati-hati dalam mengembangkan aplikasi media sosialnya sambal memaksimalkan pendapatan jumlah iklan yang masuk.
Namun demikian, Systrom mengklaim bahwa ia memiliki tim yang solid.
“Rencana tim kami cukup solid dalam menciptakan sesuatu dari kami,” tambah Systrom.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla




