KPK Sebaiknya Dibubarkan jika Hanya Jadi Beban

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto diingatkan agar konsisten dalam menjalankan komitmen pemberantasan korupsi.
Untuk itu, Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, meminta pemerintah memastikan kebijakan negara tidak dipengaruhi kepentingan kelompok tertentu.
Hari menyinggung pesan Presiden Prabowo pada awal masa pemerintahannya yang menekankan pentingnya memberantas korupsi dari pucuk kepemimpinan.
"Saya ingat pesan presiden di awal pemerintahan, ikan busuk dari kepala," kata Hari, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Aktivis 1998 itu turut menyoroti keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Hari, lembaga antirasuah perlu dievaluasi apabila dinilai tidak lagi efektif menjalankan tugas pemberantasan korupsi.
Ia bahkan berpandangan jika KPK hanya menjadi alat politik dan membebani anggaran negara. Tanpa memberikan hasil yang sepadan, keberadaan lembaga tersebut patut dipertimbangkan kembali.
"Tapi KPK yang kita tahu sama-sama tahu ini terbentuk sebagai lembaga ad hoc, sementara. Ini semestinya kalau memang sudah tidak efektif dan cuma menjadi alat politik dan hanya menghambur-hamburkan APBN, bahkan menjadi beban APBN. Sekali lagi beban APBN, KPK hanya menjadi beban APBN," jelas Hari.
Ia mengusulkan agar anggaran KPK dapat dialihkan ke sektor riil yang berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat. Termasuk untuk mendukung program pendidikan gratis yang menjadi bagian dari agenda pemerintahan Prabowo.
Hari juga menyinggung penanganan perkara yang menyeret Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid. Menurutnya, apabila KPK tidak mampu menuntaskan perkara tersebut, lembaga antirasuah itu sebaiknya dibubarkan.
"Lebih baik (anggaran KPK) dialihkan, alihkan buat pendidikan, agenda presiden," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








