Akurat Logo

Rp2,94 Miliar Mengarah ke Henri Lincoln, KPK Diminta Usut Peran Tenny Intania

Wahyu SK | 28 September 2026, 02:01 WIB
Rp2,94 Miliar Mengarah ke Henri Lincoln, KPK Diminta Usut Peran Tenny Intania
KPK ditantang membuka seluruh mata rantai dalam kasus suap proyek di Kabupaten Bekasi. Foto: Ilustrasi/Akurat.co

AKURAT.CO Jejak aliran uang dalam perkara suap ijon proyek Kabupaten Bekasi kian mengarah ke lingkaran Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK).

Setelah Henri Lincoln diperiksa dan sejumlah uang disita, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak tidak berhenti pada satu nama.

Aliran uang, pengaturan proyek, hingga pihak yang berada di balik proses pemenangan proyek diminta dibongkar secara menyeluruh.

KPK Watch Indonesia mengapresiasi langkah KPK memeriksa Henri Lincoln, Kepala Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi, sebagai saksi pada Jumat (10/4/2026).

Penyidik juga menyita sejumlah uang yang diduga berkaitan dengan penerimaan dari pengusaha Sarjan.

Baca Juga: KPK Periksa 26 Saksi dalam Pengembangan Kasus Suap Proyek Bekasi

Nama Henri sebelumnya telah muncul dalam surat dakwaan JPU KPK terhadap Sarjan yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Bandung pada 9 Maret 2026.

Henri disebut menerima Rp2,94 miliar dari Sarjan terkait proyek-proyek di lingkungan Pemkab Bekasi.

Direktur Eksekutif KPK Watch Indonesia, M. Yusuf Sahide, meminta KPK tidak berhenti pada Henri.

Penyidik juga didorong menelusuri pihak lain di lingkungan SDABMBK, termasuk Tenny Intania, yang pernah menjabat Kepala Bidang Bina Konstruksi.

"Jangan hanya telusuri siapa yang menerima uang. Bongkar untuk proyek apa uang itu diberikan, siapa yang mengatur, siapa yang menentukan pemenang, dan ke mana alirannya," kata Yusuf, kepada wartawan di Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Reporter
Wahyu SK
W
Editor
Wahyu SK