Ketua Hipmi Kabupaten Bandung Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Investasi Rp3 Miliar

AKURAT.CO Polisi menetapkan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Bandung, Teddy Darmansyah, sebagai tersangka dugaan penipuan dan penggelapan investasi bisnis.
Penetapan tersangka dilakukan Satreskrim Polresta Bandung setelah penyidik menemukan sedikitnya dua alat bukti.
Kapolresta Bandung, Kombes Aldi Subartono, membenarkan penanganan perkara tersebut. Menurutnya, kasus itu kini telah memasuki proses hukum.
"Kami mendapat laporan dari kasatreskrim, ada laporan terhadap laki-laki berinisial TD terkait kasus penipuan dan penggelapan. Untuk teknis kasus nanti dijelaskan oleh reskrim," kata Aldi, kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).
Kasatreskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot Gigantara, menjelaskan, laporan perkara diajukan seorang pengusaha asal Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, berinisial IS pada 24 April 2026.
Baca Juga: 5 Cara Mengenali Modus Penipuan Salah Sambung di WhatsApp
"Kami telah menangani kasus dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan yang dilaporkan korban berinisial IS, selaku pengusaha asal Cikarang pada tanggal 24 April 2026," ujarnya.
Luthfi menjelaskan, Teddy Darmansyah telah memenuhi panggilan penyidik setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi menaikkan status Teddy Darmansyah menjadi tersangka.
"Setelah kami melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, kemarin saudara TD hadir memenuhi panggilan kami. Dan hari ini berdasarkan dua alat bukti yang telah kami penuhi, status yang bersangkutan kami tingkatkan menjadi tersangka," jelasnya.
Polisi juga berencana menahan Teddy Darmansyah di Rumah Tahanan Polresta Bandung.
"Rencana saudara TD akan kami lakukan penahanan di Rumah Tahanan Polresta Bandung, berkaitan dengan perbuatan yang telah dilakukan kepada korban," ujar Luthfi.
Dalam penyidikan, polisi mengungkap modus yang digunakan tersangka untuk meyakinkan korban agar menanamkan modal usaha. Teddy Darmansyah diduga memberikan cek kosong senilai Rp3 miliar kepada korban.
"Modusnya, saudara TD memberikan cek kosong berjumlah Rp3 miliar sebagai tipu muslihat kepada korban, sehingga korban berinisial IS mau memberikan sejumlah uang sebagai bentuk investasi kepada usaha yang dilakukan saudara TD," jelas Luthfi.
Luthfi pun membenarkan Teddy Darmansyah saat ini menjabat sebagai Ketua Hipmi Kabupaten Bandung. Namun, ia menegaskan dugaan tindak pidana tersebut dilakukan secara pribadi dan tidak berkaitan dengan organisasi.
"Betul, pelaku ini kebetulan saat ini menjabat sebagai Ketua Hipmi Kabupaten Bandung. Namun dalam proses tindak pidana ini, yang bersangkutan bekerja secara pribadi, tidak membawa organisasi," katanya.
Sementara itu, kuasa hukum IS, Rahmat Kurniadi, menyebut perkara bermula pada Oktober 2025. Kala itu Teddy Darmansyah menawarkan kerja sama penyertaan modal untuk bisnis penyediaan biji plastik dan tekstil.
Baca Juga: Zulhas Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan Rekrutmen Manajer Kopdes Merah Putih
"Klien kami beberapa kali bertemu dengan terlapor ini karena TD menjanjikan keuntungan dari bisnis itu. Terjadilah kesepakatan perjanjian kerja sama pernyataan modal dari klien kami ke TD," jelas Rahmat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 7Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9Kejagung Limpahkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ke JPU, Dakwaan Disiapkan
- 10Komisaris Sucofindo: Gus Alex Titip Satu Juta Dolar untuk Pansus Haji, Sosok Komsin Disebut Brimob Jujur




