Akurat

Polsek Cipayung Kirimkan Buser Dalami Kasus Perampokan dengan Modus Hipnotis di Pondok Ranggon

Dwana Muhfaqdilla | 7 Agustus 2024, 14:50 WIB
Polsek Cipayung Kirimkan Buser Dalami Kasus Perampokan dengan Modus Hipnotis di Pondok Ranggon

AKURAT.CO Viral di media sosial perampokan yang diduga bermodus gendam dengan pelaku seorang WNA dan dua WNI di Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. Insiden ini diunggah oleh akun Instagram @infocibubur._.

"Rampok dengan Modus Hipnotis!! Kejadian hari Senin (5/8/24) sekitar pukul 09.40 WIB, di JI Sapi Perah, Pondok Ranggon, Jakarta Timur," tulis akun tersebut, Rabu (7/8/2024).

Menanggapi hal ini, Plh Kapolsek Cipayung, AKP Maryoto, mengatakan sejauh ini belum ada laporan kepada pihak kepolisian terkait insiden ini.

Meski begitu, pihak kepolisian bergerak cepat dengan mengirimkan sejumlah personel buser ke TKP untuk mendalami dugaan perampokan tersebut.

"Sejauh ini belum ada laporan ke Polsek. Untuk buser sedang diarahkan ke Jalan Sapi Perah untuk mendalaminya. Tiga orang (personel)," katanya saat dikonfirmasi Akurat.co.

Baca Juga: Viral Kronologi Perampokan dengan Modus Hipnotis di Pondok Ranggon, Tabungan Hampir Rp200 Juta Raib

Seperti yang diterangkan pada akun @infocibubur, insiden ini diawali dengan korban yang merupakan seorang ibu, sedang berjalan di Jalan Sapi Perah tiba-tiba dihampiri oleh sosok diduga WNA Singapura untuk menanyakan arah menuju Taman Mini.

Pada saat itulah sosok WNA melakukan aksi hipnotisnya, sehingga korban menurut apa saja yang diminta pelaku. Tak lama kemudian, datang seorang wanita berbaju biru yang muncul dalam video, meyakinkan korban bahwa WNA tersebut adalah orang baik karena baru saja memberinya uang tunai sebesar 5.000 dolar.

Kemudian sebuah mobil dengan nomor polisi B 2388 PZC datang dan korban diajak masuk ke dalam mobil tersebut. Saat di dalam mobil, korban ditanyai mengenai harta yang dimilikinya dan diminta menyerahkan buku tabungan, deposito, nomor PIN kartu ATM, dan perhiasan.

Setelah itu, korban dan wanita berbaju biru pergi ke rumah korban untuk mengambil buku tabungan, deposito, dan perhiasan. Mereka kemudian menuju Bank BCA untuk menarik deposito, tetapi karena situasi bank yang terlalu ramai, pelaku meminta korban menarik uang yang ada di rekening.

Korban dibawa berkeliling tanpa arah, bahkan sempat mampir ke minimarket di mana pelaku meminta korban untuk memilihkan buah. Ketika korban sedang memilih buah, para pelaku kabur meninggalkan korban.

Korban pun pulang ke rumah sekitar pukul 16.45 WIB. Setelah sampai di rumah, korban baru menyadari bahwa hartanya telah habis dirampok.

Saat akan memblokir tabungan Mandiri dan BRI, korban baru tahu bahwa kartu ATM-nya telah ditukar dan uang di tabungan sudah habis dengan kerugian sekitar Rp200 juta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.