Alasan Red Notice Paulus Tannos Terlambat Terbit Sehingga Tak Bisa Ditangkap Di Thailand

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan penyebab red notice untuk buron kasus korupsi e-KTP, Paulus Tannos yang terlambat terbit.
Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri mengatakan, hal tersebut lantaran ada pergantian nama. Namun Ali belum membeberkan nama baru Paulus Tannos.
"Informasi yang kami peroleh ada pergantian nama dari yang bersangkutan. Secara dokumen administrasi ada miss nama," kata Ali saat ditemui wartawan, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/1/2023).
Ali menegaskan, KPK tidak akan berhenti memburu Paulus Tannos. Penyidik, kata Ali, terus melakukan pencarian ke sejumlah tempat yang diduga menjadi persembunyian dia.
Akan tetapi, kata Ali, soal ke mana dan bakal menangkap siapa, KPK tidak perlu menyampaikan ke publik.
"Kami akan menangkap siapa yang sedang apa misalnya bersama siapa tentu tidak bisa kami sampaikan."
Paulus Tannos Bisa Ditangkap KPK di Thailand
Sebelumnya, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto mengungkapkan, Paulus Tannos bisa saja ditangkap di Thailand. Namun, dia berhasil lolos lantaran red notice dari Interpol terlambat terbit.
Diketahui, Paulus Tannos merupakan Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, perusahaan yang terlibat dalam pengadaan proyek e-KTP, dan merugikan negara triliunan rupiah.
Nama Paulus Tannos masuk DPO pada 22 Agustus 2022.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 4Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK


