AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami berkas penyidikan dalam pengembangan kasus tindak pidana korupsi suap terkait perizinan PT Cirebon Energi Sarana. Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan dari proses penyidikan tidak menutup kemungkinan ada nama tersangka baru dalam kasus itu.
"Belum, masih yang kemaren aja, yang kita bacakan itu. Belom ada perkembangan yah. Kita masih mendalami," kata Saut di Kawasan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (27/11/2019).
Terkait dengan proses penyelidikan kasus tersebut, Saut mengaku bahwa pihaknya belum bisa memastikan kapan akan menetapkan tersangka baru dalam kasus itu.
"Belom tau, biasanya kan nanti penyidik dulu. Laporan dulu, mereka [penyidik] mengembangkan kalo ada tersangka baru pun, kita harus paparkan [di internal] terlebih dulu," ujarnya.
Kemudian, Saut juga mengaku bahwa terkait tersangka dari pihak swasta dalam kasus suap itu pun dirinya belum mengetahui proses pengembangannya sudah sejauh mana.
"Nah, aku belom tau pengembangannya yah, entar aku liat dulu lah yah. Tpi kalau memang kita bisa mengembangkan nanti pasti kita mengembangkan," pungkasnya.
Saut menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tebang pilih dalam kasus apapun dan akan segera mengembangkan setiap kasus jika sudah memiliki bukti-bukti yang kuat.
"Yah, gak seperti yang dibilang orang-orang, itu [KPK] tebang pilih, tebang pilih [kasus]. Kita gak kenal tebang pilih lah, kalo memang bisa dan itu buktinya [kuat] kita akan kembangkan," tegas Saut.
Diksempatan yang sama Aktivis Anti Korupsi sekaligus Praktisi Hukum M Sofyan, SH mengatakan bahwa logika hukum akan terpenuhi jika KPK menetapkan tersangka baru dari unsur legislatif.
"Kasus suap inikan terkait perubahan rencana tata ruang dan tata wilayah jadi sudah seharusnya tersangka selain SUN dan dua orang swasta tersebut ada juga dari pihak DPRD, perubahan RT-RW itu harus persetuahuan DPRD, ini logika hukumnya," tegas Sofyan.
Diketahui, KPK telah mengantongi keterangan dari sejumlah saksi dalam proses penyidikan kasus dugaan suap kepada mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra yang menjerat GM Hyundai Enginering Construction (HDEC), Herry Jung dan Direktur PT King Properti, Sutikno.
Juru bicara KPK Febri Diansyah menuturkan, dari total 32 orang saksi yang sudah diperiksa, salah satunya merupakan Ketua DPRD Cirebon periode 2014-2019, Mustofa yang pada periode 2019-2024 terpilih menjadi anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat




