Memahami Upaya Hukum Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali di Indonesia
Eko Krisyanto | 22 September 2025, 14:47 WIB

AKURAT.CO Sistem hukum Indonesia menyediakan mekanisme bagi pihak yang tidak puas dengan putusan pengadilan melalui upaya hukum yang terdiri dari banding, kasasi, dan peninjauan kembali (PK). Ketiga mekanisme ini bertujuan menjamin keadilan, kepastian hukum, dan kesempatan bagi pihak yang merasa dirugikan untuk memperoleh keputusan yang benar sesuai hukum.
Adanya banding, kasasi, dan PK, sistem peradilan Indonesia memastikan bahwa setiap putusan dapat diuji secara adil, sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat. Mekanisme ini mencerminkan prinsip kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan hak-hak warga negara dalam penyelesaian sengketa.
1. Banding
Banding adalah upaya hukum yang diajukan oleh pihak yang tidak puas dengan putusan Pengadilan Negeri. Tujuannya adalah memeriksa ulang fakta dan penerapan hukum dalam suatu perkara. Proses banding dilakukan di Pengadilan Tinggi melalui Pengadilan Negeri yang sebelumnya memutus perkara. Dengan banding, pengadilan tingkat kedua dapat meninjau kembali seluruh aspek kasus, termasuk bukti dan kesaksian, untuk memastikan keputusan awal telah adil.
2. Kasasi
Kasasi adalah upaya hukum yang diajukan ke Mahkamah Agung (MA), baik terhadap putusan Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Tinggi. Kasasi bersifat uji hukum semata, bukan mengulang pemeriksaan fakta. Tujuannya adalah memastikan bahwa putusan pengadilan telah sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku. Mahkamah Agung menilai kesalahan penerapan hukum atau inkonsistensi putusan, sehingga putusan yang diambil dapat dijadikan pedoman hukum bagi pengadilan lainnya.
3. Peninjauan Kembali (PK)
Peninjauan kembali merupakan upaya hukum luar biasa yang diajukan terhadap putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht). PK dapat diajukan jika ditemukan bukti baru (novum), kesalahan hakim, kebohongan, atau tipu muslihat yang memengaruhi putusan. Pihak yang dapat mengajukan PK biasanya adalah terpidana atau ahli warisnya. Mekanisme ini memberikan kesempatan terakhir untuk memperbaiki putusan yang dianggap keliru.
Dinda NS (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








