PT KAI Laporkan Pria Ngaku sebagai Masinis di Kanal YouTube Lentera Malam
Dwana Muhfaqdilla | 9 Oktober 2024, 17:34 WIB

AKURAT.CO Polisi masih menyelidiki laporan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) perihal seorang pria berinisial AR yang mengaku sebagai masinis.
Laporan ini teregister dengan nomor LP/6068/X/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA.
“Benar, tanggal 7 Oktober, kami menerima laporan tentang dugaan tindak pidana atau kejahatan terhadap penguasa umum, sesuai dengan pasal 228 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama 2 tahun atau denda Rp4,5 juta,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi di kantornya, Rabu (9/10/2024).
Ade Ary menjelaskan, PT KAI baru mengetahui AR mengaku sebagai masinis pada Kamis (11/7/2024) melalui kanal YouTube Lentera Malam. Dalam tayangan tersebut, AR menceritakan seluruh pengalamannya di wilayah Manggarai-Cigading dengan menggunakan seragam KAI.
“Atas kejadian tersebut, korban merasa dirugikan dan ini akan diusut tuntas oleh teman-teman dari tim penyelidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” tutup dia.
Sebagai informasi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melaporkan AR yang ditampilkan sebagai narasumber pada tayangan akun YouTube Lentera Malam dengan judul ‘Masinis ke Kereta Digentayangi Korban Kecelakaan’ ke Polda Metro Jaya.
Hal ini disampaikan langsung oleh PLH Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Tohari dalam keterangan resminya.
“KAI menyesalkan adanya tayangan yang dapat memicu opini publik negatif dan menyesatkan masyarakat. Kami sangat menyesalkan tayangan podcast dengan genre horor ini, yang menampilkan sosok yang seolah-olah pegawai KAI yang berprofesi sebagai masinis. Kami menegaskan bahwa tayangan tersebut tidak bersumber dari pegawai internal KAI, dan sosok yang ditampilkan bukanlah masinis kereta api,” tegas Tohari, Rabu (9/10/2024).
Terkait proses hukum, PT KAI menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Bahkan, saat ini, tayangan tersebut telah di-takedown oleh akun yang bersangkutan.
“KAI berharap kejadian ini tidak terulang kembali. Kami juga berharap masyarakat dapat lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan keselamatan dan reputasi layanan kereta api,” tutup dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







