Pastikan Keaslian CCTV, Polisi Libatkan Ahli Telematika dalam Kasus Perundungan SMA Binus

AKURAT.CO Polisi akan melibatkan ahli pidana dan ahli telematika untuk memastikan keaslian rekaman CCTV, yang memperlihatkan segerombolan siswa memasuki toilet sekolah, dalam kasus dugaan bullying di Binus School Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
"Pasti, semua akan kita minta keterangan. Terutama dari ahli yang menerangkan. Ahli pidana, kemudian ahli telematika," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi, kepada wartawan, Selasa (24/9/2024).
Baca Juga: Polisi Dalami Video dan Keterangan Saksi Bully Siswa Binus School Simprug di Kebayoran Lama Jaksel
Selain itu, ahli telematika juga akan menganalisis video berdurasi 37 menit yang menampilkan duel antara korban berinisial RE dengan siswa lainnya di dalam toilet. Rekaman CCTV dan video tersebut telah menjadi barang bukti dalam kasus ini.
"Apakah betul tidak ada editan dari barang bukti yang diberikan seperti CCTV. Itu yang menjadi barang bukti untuk memperjelas kasus yang dilaporkan," ungkap Nurma.
Meski begitu, tak ada perbedaan antara rekaman CCTV yang sempat diputar pihak Binus dalam konferensi pers dengan rekaman CCTV yang diperoleh polisi.
"Tidak ada perbedaan, sama. Tapi yang jelas dari penyidik mencari lagi barang bukti yang bisa menerangkan kejadian yang sesungguhnya," tutup dia.
Sebagai informasi, kasus dugaan bullying di Binus School Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, telah naik ke tahap penyidikan sejak Senin (9/9/2024) lalu. Nurma menjelaskan, status kasus ini dinaikkan lantaran polisi telah menemukan adanya dugaan tindak pidana.
"Iya sudah naik penyidikan. Ya kalau tindak pidana, kalau lihat videonya jelas, ada," kata Nurma kepada wartawan, Jumat (13/9/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini






