KPAI Terima Laporan Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Depok

AKURAT.CO Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), telah menerima laporan kasus penganiayaan anak berinisial MK (2) yang diduga dilakukan oleh pemilik tempat penitipan anak (daycare) di Kawasan Cimanggis, Depok.
Komisioner KPAI, Dian Sasmita, mengungkapkan saat menerima laporan, pihaknya juga menerima informasi dan bukti-bukti yang diserahkan oleh keluarga korban.
"Tadi siang, pihak keluarga anak dan kuasa hukumnya melakukan pengaduan ke KPAI terkait dengan kasus tersebut. Kami dari KPAI akan melakukan telaah dulu berdasarkan informasi dan bukti-bukti yang diserahkan kepada kami," katanya saat dihubungi Akurat.co, Selasa (30/7/2024).
Setelah melakukan penelaahan, KPAI akan berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti pihak kepolisian dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) untuk memastikan kasus ini ditangani secara serius.
Baca Juga: Diduga Aniaya Anak Usia 2 Tahun, Pemilik Daycare di Depok Dilaporkan ke Polisi
"Kemudian perlu juga kita melihat apakah kebijakan-kebijakan terkait dengan lembaga-lembaga pengasuhan anak yang ada sudah berjalan sesuai fungsinya. Lembaga pengasuhan anak harus dipastikan patuh pada UU perlindungan anak, memberikan atau menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak, sehingga tumbuh kembang anak tidak terganggu," tukasnya.
Kemudian, dia mengharapkan kebutuhan orang tua akan daycare tidak disalahartikan oleh oknum-oknum, yang ditakutkan akan menempatkan anak pada posisi riskan, rentan, bahkan mengalami kekerasan.
"Untuk itu peran pemerintah sangat penting sekali untuk mengawasi dan memastikan setiap lembaga pengasuhan anak ini harus ramah, aman terhadap anak," ungkap dia.
Sebelumnya, ibu bernama Rizki Dwi Utari (28) bersama suaminya melaporkan pemilik penitipan anak (daycare) di Depok berinisial MI, atas kasus dugaan penganiayaan terhadap anaknya, MK (2).
Laporan tersebut dibuat di Polres Depok, Senin (29/7/2024) dan teregistrasi dengan nomor LP/B/1530/VII/2024/SPKT/POLRES METRO DEPOK/POLDA METRO JAYA.
"Jadi, untuk dugaan tindak pidana kekerasan ini telah kita laporkan itu di tanggal 29 Juli," kata Rizki kepada wartawan di KPAI, Selasa (30/7/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 8Prediksi Prancis vs Italia 3 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat







