Antisipasi Terorisme, Perlu Verifikasi Berlapis Dalam Seleksi Pegawai BUMN

AKURAT.CO Ditangkapnya oknum pegawai PT KAI berinisial DE akibat terlibat terorisme menimbulkan keprihatinan mendalam.
Pasalnya, ini bukan kasus pertama di mana seorang yang bekerja di perusahaan milik negara justru terpapar terorisme, yang notabene, ingin merusak NKRI.
Apalagi, PT KAI adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi yang bertanggung jawab terhadap keselamatan banyak orang.
Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Prof. Dr. Irfan Idris, mengatakan, kasus DE menjadi peringatan keras tidak hanya bagi PT KAI tetapi juga seluruh BUMN dan kementerian/lembaga negara lainnya. Untuk mengantisipasi hal itu, proses seleksi pegawai harus diperketat.
"Perlu verifikasi berlapis dan berkesinambungan dalam proses seleksi maupun pembinaan terhadap pegawai PT KAI. Pegawai juga perlu diberikan wawasan kebangsaan dan penguatan rasa cinta air. Penting lagi pemantauan rekam jejak digital juga harus dilakukan di era kemajuan teknologi sekarang ini," jelasnya melalui keterangan resmi, Senin (28/8/2023).
Baca Juga: BNPT: 3 Hal Patut Diwaspadai Menyusul Penangkapan Teroris Pegawai KAI
Hal tersebut juga disampaikan Prof. Irfan Idris saat menjadi narasumber dalam Townhall Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air bagi pekerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Kantor PT KAI Jakarta Railway Centre (JRC).
Acara ini dihadiri oleh jajaran direksi dan komisaris PT KAI. Seluruh pegawai KAI yang sedang tidak bertugas di seluruh Daerah Operasi dan Divisi Regional, divisi LRT dan Balai Yasa Se-Indonesia juga mengikuti secara daring.
Ia mengimbau kepada para pimpinan di setiap Daop maupun Divre PT KAI untuk terus memantau pegawainya. Juga ke depannya PT KAI bisa menyeleksi pegawai lebih ketat lagi. Bukan pada verifikasi masuknya saja tetapi juga bagaimana pegawai itu setelah di dalam PT KAI itu sendiri.
"Seleksinya sudah benar. Tinggal bagaimana kita meng-update instrumen dan dilakukan secara berkala. Jajaran direksi juga terus memantau, bukan sekadar menggugurkan kewajiban tetapi ada penanaman nilai-nilai kebangsaan. Harus dilihat juga rekam jejak digitalnya karena ini sangat halus, tidak bisa memilih. Karena dari profesor saja juga ada yang terpapar," terang Prof. Irfan Idris.
Baca Juga: BNPT Berperan Mendesain Karakter Generasi Muda Wujudkan Indonesia Emas
Ia mengapresiasi apa yang dilakukan jajaran PT KAI dalam menyelenggarakan Townhall Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air. Ini menjadi bukti gerak cepat PT KAI agar hal tersebut tidak terjadi lagi.
"Saya kira BUMN yang lain harus mencontoh langkah PT KAI ini. Ini wake up call, tindakan amputasi yang dilakukan pimpinan KAI agar paham radikalsime jangan menyebar karena virus radikalisme ini tidak kelihatan. Inilah perlunya kita menguatkan wawasan kebangsaan dan cinta Tanah Air karena cinta Tanah Air bagian dari iman," tutur Prof. Irfan Idris.
Ia tidak membayangkan jika kasus terduga teroris DE tidak terungkap. Apalagi kereta api sebagai moda transportasi yang mengangkut orang dengan jumlah banyak.
"PT Kereta Api ini menangani transportasi lho, kalau mereka yang terpapar itu menyalahgunakan amanat itu, (keselamatan) manusia semua hancur. Karena kereta api ini mengangkut orang banyak, bukan sedikit, karena ini bukan delman," jelas Prof. Irfan Idris.
Menurutnya jika insan PT KAI tidak tinggi imunitasnya dari paham radikal terorisme tentu bisa berbahaya. Pasalnya terorisme merupakan kejahatan luar biasa yang bisa membinasakan banyak orang dalam sekejap.
Prof. Irfan Idris pun mengapresiasi pengungkapan terduga teroris DE oleh Densus 88 Antiteror Polri. Dari pengungkapan itu diketahui bahwa oknum tersebut sudah lama terpapar, jauh sebelum menjadi pegawai KAI.
"Saat dia masih sekolah menengah dia sudah bergerak (berhubungan dengan kelompok radikal)," katanya.
Senada, Komisaris Utama PT KAI, Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj, mengaku sangat kaget dengan ditangkapnya DE. Ke depan, ia meminta seluruh perusahaan BUMN dan juga instansi pemerintah untuk melakukan deteksi dini dan pengawasan internal terhadap para pegawai, agar tidak terjerat dalam masalah radikalisme dan terorisme.
"Pemberian materi wawasan kebangsaan dan cinta Tanah Air harus terus dilakukan perusahaan-perusahaan BUMN dan instansi pemerintah lainnya kepada para pegawai sebagai upaya memperkuat imunitas dari paham-paham tersebut," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








