Akurat Logo

Tak Lagi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini 3 Warisan Besar Gus Yahya

Lufaefi | 31 Agustus 2026, 10:01 WIB
Tak Lagi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini 3 Warisan Besar Gus Yahya

AKURAT.CO KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya tidak kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031. Meski demikian, kepemimpinannya pada periode 2022–2027 meninggalkan sejumlah agenda strategis yang menjadi bagian penting dari perjalanan organisasi.

Dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, laporan pertanggungjawaban (LPJ) PBNU periode 2022–2027 yang disampaikan Gus Yahya diterima secara aklamasi oleh peserta muktamar.

LPJ tersebut disebut mencapai hampir 1.000 halaman dan tidak mendapat catatan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia.

Baca Juga: Presiden Prabowo Dijadwalkan Bertemu Vladimir Putin di Rusia Pekan Ini

Selama memimpin PBNU, Gus Yahya membawa tiga agenda besar, yakni transformasi tata kelola organisasi, penguatan independensi NU dalam relasi dengan politik dan kekuasaan, serta perluasan peran NU di tingkat global.

Agenda tersebut antara lain diwujudkan melalui digitalisasi organisasi, penguatan kaderisasi, gagasan Khittah Nahdliyyah, serta pengembangan Fikih Peradaban dan forum Religion of Twenty (R20). “NU tetap menjadi mitra kritis-konstruktif bagi negara tanpa mengorbankan independensinya,” ujar Gus Yahya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi