Isu Dugaan Penculikan Muktamirin Beredar, Gus Ipul: Bisa Benar, Bisa Tidak

AKURAT.CO Isu dugaan penculikan peserta Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) asal Bojonegoro dan Babat, Lamongan, beredar di media sosial menjelang pelaksanaan muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Informasi tersebut muncul melalui sejumlah platform media sosial dan memuat dugaan adanya intervensi serta tekanan terhadap peserta muktamar. Salah satu unggahan yang beredar berasal dari akun Instagram @santrikeren yang membagikan tangkapan percakapan WhatsApp terkait keberadaan peserta dari Bojonegoro dan Babat.
Dalam percakapan yang beredar tersebut terdapat pesan, “Bojonegoro dijemput cokelat. Mohon doanya saya istiqomah… …!!! Di kawal…mulai…dari rumah …ya Alloh. Babat dijemput Bupati Lamongan. Tlg bantuViralkan.”
Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, merespons isu tersebut dengan meminta peserta tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Gus Ipul tidak membenarkan maupun membantah secara spesifik dugaan penculikan yang beredar. Menurut dia, isu serupa kerap muncul menjelang pelaksanaan muktamar.
Baca Juga: Cegah Manipulasi, Peserta Muktamar NU Gunakan Kartu Cip untuk Akses Arena
“Biasa saja, tidak ada yang istimewa. Setiap muktamar juga ada isu-isu seperti ini,” kata Gus Ipul di Jombang, Selasa (25/8/2026) petang.
Ia mengatakan informasi mengenai dugaan penculikan tersebut masih perlu disaring dan diverifikasi. “Ya, itu bisa benar, bisa juga tidak benar,” ujarnya.
Gus Ipul juga meminta peserta muktamar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum diketahui kebenarannya. Ia menilai peserta Muktamar Ke-35 NU merupakan pengurus yang telah berpengalaman dan memahami dinamika organisasi.
“Tapi percayalah bahwa peserta muktamar ini adalah pengurus-pengurus yang terlatih, pengurus yang paham, pengurus yang bisa memilah dan memilih. Mana yang benar, mana yang enggak benar. Percayakan saja,” jelasnya.
Di tengah beredarnya isu tersebut, Gus Ipul memastikan tidak ada intervensi terhadap peserta maupun penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU.
“Tidak ada. Saya pastikan tidak ada intervensi. Saya pastikan tidak ada intervensi,” tegas Gus Ipul.
Baca Juga: Link Daftar Petugas Haji 2027, Jangan Sampai Ketinggalan!
Menurut dia, perhatian berbagai pihak terhadap Muktamar NU merupakan hal yang wajar mengingat besarnya jaringan organisasi tersebut. Banyak pihak, kata dia, ingin terlibat dan memberikan kontribusi dalam pelaksanaan agenda organisasi.
“Tapi kita tahu NU ini adalah besar dan tentu banyak yang ingin terlibat, ingin berkontribusi,” pungkasnya.
Muktamar Ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Pembukaan muktamar sebelumnya dijadwalkan pada pukul 19.00 WIB, tetapi berdasarkan informasi yang dihimpun waktu pembukaan dimajukan menjadi pukul 15.00 WIB.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







