Cegah Manipulasi, Peserta Muktamar NU Gunakan Kartu Cip untuk Akses Arena

AKURAT.CO Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerapkan sistem kartu peserta berbasis cip dalam penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur. Sistem tersebut digunakan untuk memperketat verifikasi peserta sekaligus mengatur akses ke sejumlah area selama muktamar berlangsung.
Sekretaris Steering Committee Muktamar Ke-35 NU, Mohammad Nuh, mengatakan seluruh data kepesertaan telah melalui proses verifikasi. Kartu peserta kemudian diprogram dengan akses tertentu sesuai wilayah yang menjadi kewenangan masing-masing pemegang kartu.
"Mulai dari kepesertaan itu semuanya sudah kita verifikasi. Model-model kepesertaan ini sudah kita siapkan. Sudah pakai cip, sudah paten, sehingga dengan demikian enggak bisa dimanipulasi," kata Mohammad Nuh di Jombang, Selasa.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Idrus Marham Soroti Pragmatisme Elite dan Dorong Lahirnya Aliran Pembaruan
Dengan sistem tersebut, peserta tidak dapat secara bebas memasuki seluruh area arena utama Muktamar. Setiap kartu memiliki pengaturan wilayah akses sehingga peserta hanya dapat memasuki lokasi yang sesuai dengan kewenangannya.
"Setiap kartu ini ada wilayahnya. Dia boleh masuk ke mana saja di wilayah arena utama," ujar Mohammad Nuh.
Arena utama Muktamar Ke-35 NU berada di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang. Pengaturan akses berbasis cip diharapkan dapat mengurangi potensi penyalahgunaan kartu maupun manipulasi status kepesertaan.
Selain kartu cip, panitia juga memperkuat sistem pengawasan melalui pemasangan lebih dari 100 kamera pengawas atau CCTV. Seluruh perangkat tersebut terhubung dengan pusat kendali untuk memantau aktivitas di sejumlah titik secara langsung.
Bagian IT Muktamar Ke-35 NU, Robin Makrufi, mengatakan pengawasan digital tersebut tidak hanya difokuskan pada arena persidangan. Kamera juga ditempatkan di sejumlah lokasi yang berkaitan dengan aktivitas peserta selama muktamar.
"Pemantauan tersebut mencakup sejumlah lokasi, antara lain tempat persidangan, akomodasi, konsumsi, menara, hingga ruas jalan di sekitar arena Muktamar Ke-35 NU," ujarnya.
Baca Juga: Expo dan Bazar Muktamar NU ke-35 di Jombang Resmi Dibuka, Libatkan 1.300 UMKM
Penerapan teknologi digital tersebut menjadi bagian dari upaya panitia meningkatkan pengelolaan muktamar, terutama dalam aspek keamanan, verifikasi, dan pengendalian akses. Sistem tersebut juga diharapkan dapat mempercepat pelayanan kepada peserta sekaligus mengurangi potensi persoalan terkait kepesertaan.
Robin berharap mekanisme verifikasi dan pengawasan yang diterapkan dapat mencegah munculnya perselisihan mengenai status peserta selama pelaksanaan muktamar.
"Mudah-mudahan tidak ada lagi dispute (sengketa)," pungkas Robin Makrufi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan
- 10Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina






