Gus Rozin Galang Restu Masyayikh Jelang Muktamar ke-35 NU

AKURAT.CO Dinamika menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) terus menghangat. Sejumlah tokoh yang masuk dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai melakukan silaturahim ke berbagai ulama dan pondok pesantren. Salah satunya KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin yang melakukan kunjungan ke sejumlah masyayikh di Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (3/8/2026).
Silaturahim tersebut dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar memohon doa restu para ulama sekaligus menyerap pandangan mengenai arah perjalanan Nahdlatul Ulama memasuki abad kedua.
Rangkaian kunjungan diawali dengan sowan kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Nyai Hj. Ida Fatimah Zainal. Dalam pertemuan itu, Gus Rozin memohon doa dan nasihat agar NU tetap mampu menjaga tradisi keilmuan pesantren, memperkuat khidmah kepada umat, serta terus menjadi perekat persatuan bangsa.
Baca Juga: PBNU Pisahkan Agenda Formal dan Pendukung Muktamar ke-35 NU
Usai bersilaturahim, Gus Rozin melanjutkan ziarah ke makam KH Muhammad Munawwir, pendiri Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam tradisi pendidikan Al-Qur'an di Indonesia. Ziarah tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus pengingat pentingnya menjaga kesinambungan sanad keilmuan dan nilai-nilai perjuangan ulama.
Agenda di Yogyakarta kemudian ditutup dengan kunjungan ke Pondok Pesantren Sunan Pandanaran. Di sana, Gus Rozin bersilaturahim dengan pengasuh pesantren, Dr. KH Mu'tashim Billah, S.Q., M.Pd.I. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dengan pembahasan mengenai penguatan pendidikan pesantren, kaderisasi ulama, serta pentingnya mempererat sinergi antarpesantren menghadapi tantangan zaman.
"Silaturahim kepada para masyayikh dan pesantren merupakan bagian dari tradisi Nahdlatul Ulama yang harus terus dijaga," kata Gus Rozin.
Menurutnya, setiap ikhtiar membangun organisasi harus berlandaskan penghormatan kepada ulama, menjaga kesinambungan sanad keilmuan, serta memperkuat ukhuwah di lingkungan jam'iyah.
Silaturahim ke sejumlah pesantren tersebut menambah rangkaian komunikasi yang dilakukan Gus Rozin menjelang Muktamar ke-35 NU. Di tengah menghangatnya proses suksesi kepemimpinan PBNU, agenda sowan kepada para masyayikh dinilai menjadi bagian dari tradisi politik kultural Nahdlatul Ulama, di mana doa, nasihat, dan pandangan ulama pesantren memiliki peran penting dalam perjalanan organisasi.
Baca Juga: Warga Jombang Semarakkan Muktamar Ke-35 NU dengan Kibarkan Bendera Merah Putih dan NU
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut akan memilih kepemimpinan baru sekaligus membahas berbagai agenda strategis organisasi untuk periode mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit









