Ingat Sejarah Muktamar NU di Menes, Kiai Anwar Iskandar Ajak Umat Masifkan Donasi untuk Gaza

AKURAT.CO Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar mengajak umat Islam Indonesia kembali memperkuat gerakan donasi untuk membantu rakyat Palestina, khususnya masyarakat Gaza.
Ajakan tersebut disampaikan Kiai Anwar saat penutupan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII, Minggu (26/7/2026). Ia mengingatkan kembali sejarah Muktamar ke-13 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Menes, Banten, pada 1938.
Menurut Kiai Anwar, dalam situasi yang serba terbatas pada masa itu, para ulama NU telah menunjukkan kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina. Selain menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, para ulama juga menggalang dana untuk membantu perjuangan tersebut.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Gus Ulib Tekankan Ketua PBNU Harus Mampu Jaga Peradaban
"Pada masa yang serba sulit, para kiai mampu mengumpulkan sekitar 6.000 gulden. Sekarang, ketika kondisi kita jauh lebih baik, semestinya kita bisa berbuat lebih besar dari itu," ujar Kiai Anwar.
Ia mendorong MUI untuk kembali menggalang dukungan masyarakat melalui berbagai program dan kegiatan organisasi Islam. Menurutnya, bantuan bagi Palestina merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan sekaligus solidaritas sesama umat manusia.
Kiai Anwar juga menegaskan bahwa umat Islam Indonesia harus terus menyuarakan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Ia meminta sikap tersebut disampaikan secara tegas di tengah kondisi masyarakat Palestina yang masih menghadapi konflik dan krisis kemanusiaan.
"Majelis Ulama mesti tegas secara sharih bahwa kita berada di belakang perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina. Itu harus pasti," katanya.
Ia mengibaratkan umat Islam sebagai satu tubuh. Ketika sebagian merasakan penderitaan, umat lainnya harus ikut merasakan dan memberikan bantuan sesuai kemampuan.
Selain persoalan Palestina, Kiai Anwar turut menyoroti fenomena Islamofobia yang masih terjadi di sejumlah negara. Ia menilai umat Islam perlu memiliki sikap yang jelas dalam menghadapi berbagai bentuk diskriminasi dan tekanan terhadap umat Islam.
Baca Juga: Rais Aam PBNU Tinjau Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
Ajakan tersebut kembali menegaskan bahwa kepedulian terhadap Palestina telah menjadi bagian dari perhatian ulama Indonesia sejak masa awal perkembangan organisasi Islam. Sejarah Muktamar NU di Menes pada 1938 menjadi salah satu contoh keterlibatan ulama dalam merespons persoalan internasional sekaligus menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026. Forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut akan membahas berbagai agenda strategis organisasi dan arah khidmat NU dalam menghadapi persoalan umat, bangsa, dan dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








