Gus Ipul: Wacana Regenerasi Ketua Umum PBNU Baik Didiskusikan Jelang Muktamar

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menilai berbagai wacana mengenai regenerasi kepemimpinan PBNU merupakan hal yang wajar dan layak didiskusikan menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul saat dimintai tanggapan mengenai pandangan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang mengusulkan agar Nahdlatul Ulama dipimpin sosok baru pada periode mendatang.
"Saya kira wacana apa pun menjelang muktamar baik untuk didiskusikan. Apa yang disampaikan oleh Cak Imin baik untuk kita diskusikan bersama-sama dan bisa menjadi masukan bagi muktamar," kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: Selain Gus Yahya, Sejumlah Tokoh Mulai Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU
Menurut Gus Ipul, seluruh pandangan yang berkembang di kalangan warga Nahdlatul Ulama sebaiknya diakomodasi sebagai bahan pembahasan dalam sidang-sidang komisi selama pelaksanaan muktamar.
Ia mengatakan setiap usulan dapat menjadi inspirasi sekaligus rekomendasi bagi organisasi dalam menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan ke depan.
Terkait ketentuan Ketua Umum PBNU tidak boleh merangkap jabatan tertentu, Gus Ipul menjelaskan aturan tersebut merupakan hasil keputusan Muktamar NU sebelumnya di Lampung. Namun demikian, ia menegaskan seluruh ketentuan masih dapat dibahas kembali oleh peserta muktamar apabila dipandang perlu.
"Semuanya bergantung pada keputusan para muktamirin. Apakah mempertahankan aturan yang ada atau menetapkan ketentuan baru, itu menjadi kewenangan muktamar," ujarnya.
Mengenai syarat pencalonan Ketua Umum PBNU, Gus Ipul menyebut hingga kini belum ditetapkan secara resmi karena masih akan dibahas dalam penyusunan tata tertib muktamar. Selama ini, kata dia, syarat dukungan minimal yang lazim digunakan adalah 99 suara, meski angka tersebut masih dapat berubah sesuai keputusan forum.
Ia juga menegaskan Nahdlatul Ulama memiliki banyak kader yang dinilai layak memimpin organisasi sehingga proses regenerasi merupakan sesuatu yang alamiah dalam perjalanan organisasi.
"NU tidak kekurangan kader untuk menjadi Ketua Umum. Tinggal nanti muktamirin yang menentukan apakah memilih melanjutkan kepemimpinan yang lama atau memberikan amanah kepada pemimpin baru. Itu bagian dari proses regenerasi yang biasa dalam organisasi," katanya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan Menteri Agama Nasaruddin Umar maju sebagai calon Ketua Umum PBNU, Gus Ipul mengaku belum mengetahui secara pasti.
"Saya belum tahu. Silakan ditanyakan langsung kepada Pak Menteri Agama," ujarnya.
Baca Juga: M. Nuh Sebut Muktamar ke-35 NU Jadi "Reuni Akbar Imajiner" Satu Abad Nahdlatul Ulama
Meski demikian, Gus Ipul mengungkapkan sejumlah nama yang selama ini mulai diperbincangkan sebagai bakal calon Ketua Umum PBNU. Di antaranya Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), KH Zulfa Mustofa, KH Kikin, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Menurutnya, seluruh tokoh tersebut merupakan kader-kader terbaik Nahdlatul Ulama yang memiliki kapasitas untuk memimpin organisasi.
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut akan memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode 2026–2031, sekaligus membahas berbagai agenda strategis organisasi untuk lima tahun mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 7Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa









